The Nusa Dua Bakal Miliki Wahana Atraksi Wisata Bahari

The Nusa Dua
Nusa Dua Bali | Foto: TRVL

JoSS, MANGUPURA BALI – Wisatawan bakal bisa menikmati pengalaman menarik yang memacu adrenalin saat berlibur ke Pulau Dewata. Pasalnya pengelola kawasan pariwisata The Nusa Dua, Indonesia Tourism Development Corporation atau ITDC berencana membangun fasilitas atraksi wisata bahari di sekitar Pulau Nusa Darma.

Managing Director ITDC I Wayan Karioka mengatakan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke kawasan tersebut akan mengoptimalkan lahan yang bisa digarap untuk menambah fasilitas destinasi ini.

“Atraksi bahari di sepanjang pantai sekitar Pantai Nusa Darma sangat cocok dikembangkan, kami akan fokus mewujudkan rencana ini,” katanya, Minggu (9/12) seperti dikutip dari Bisnis.

Menurut Karioka kawasan khusus wisata The Nusa Dua telah memiliki sarana lengkap untuk wisata meeting, incentive, conference, exhibition (MICE) dan mengembangkan fasilitas penunjang lainnya.

Penambahan fasilitas penunjang ini tentu dimaksudkan agar menjadi daya tarik wisatawan ke The Nusa Dua.

Kata dia selain meningkatkan jumlah kunjungan, juga untuk membuat wisatawan betah dan memperpanjang lama tinggal.

Ia menyebut rencana membangun fasilitas atraksi wisata bahari dan marina di sekitar Pulau Nusa Darma bisa dimanfaatkan pula sebagai penahan abrasi yang kian menggerus pulau kecil di kawasan Nusa dua itu.

“Sekitar pulau itu akan di pasang penahan gelombang agar abrasi bisa ditekan sebisa mungkin,” ujarnya.

Baca juga: Jogja Bakal Perketat Iklan Rokok Di Seluruh Jenis Media Reklame

Dengan dibangunnya penahan gelombang, terjangan ombak yang mengikis pulau bisa diminimalisasi dan tepian pantai tersebut bisa dimanfaatkan untuk kegiatan wisata bahari.

The Nusa Dua pada 2019 menargetkan mampu mendatangkan 1 juta kunjungan wisatawan. Angka yang ditargetkan itu lebih tinggi dari realisasi kunjungan pada 2017 yang mencapai 900 ribu wisatawan.

Pasar potensial yang dibidik The Nusa Dua saat ini adalah China, Australia dan Jepang.

Sementara itu, kunjungan masyarakat di Bali pada periode Januari-November 2018 yang datang menggunakan moda transportasi pesawat mencapai 21,7 juta penumpang dengan menggunakan 148.806 unit pesawat.

Angka penumpang itu menunjukkan peningkatan sebesar 10,6% jika dibandingkan dengan periode sama tahun lalu.

Pada 11 bulan pencatatan pada 2017 lalu, jumlah penumpang dan pesawat yang dilayani, masing-masing sejumlah 19.624.967 penumpang dan 134.323 pesawat udara.

Dengan jumlah total penumpang sebanyak itu, jika dirata-rata, dalam satu jamnya, terdapat 23 pesawat yang mengangkut 3.421 penumpang dalam periode Januari-November 2018 di Bandara I Gusti Ngurah Rai.

“Hingga November ini, jumlah penumpang yang kami layani sudah berada di kisaran 21,7 juta penumpang. Di akhir tahun nanti, target yang kami tetapkan di awal tahun, yaitu 22 juta penumpang untuk tahun 2018 ini, sudah hampir pasti akan terlampaui,” jelas General Manager PT. Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Yanus Suprayogi. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*