JoSS, SEMARANG – Proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum di Semarang, Jawa Tengah, tuntas pekerjaannya. Proyek senilai Rp 1,2 triliun tersebut diharapkan mampu mengatasi persoalan pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat setempat.
“Tugas pemerintah layani masyarakat. Dan air bersih adalah kebutuhan dasar yang tak boleh ditunda,” tutur Menteri Keuangan Sri Mulyani saat meresmikan proyek pembangunan SPAM Semarang Barat di kantor PDAM Tirta Moedal Semarang, Rabu (12/12)
Sri Mulyani mengaku masa kecilnya pernah merasakan susahnya mendapat air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Satu-satunya akses untuk bisa mendapat air bersih adalah dari sumur. “Masa kecil saya itu di Petompon, sebelumnya di Madukoro, Kelurahan Krobokan. Kami 10 bersaudara dimana kakak yang menimba air sumur untuk adik-adiknya. Itu suatu history dan realita yang harus dihadapi. Jadi ketika saya sudah cukup berumur dan masih lihat orang menimba air berarti tidak ada perubahan. Kita harap 100 % masyarakat Semarang bisa nikmati air bersih dari PDAM dengan tarif murah,” beber dia.
Proyek SPAM Semarang Barat merupakan kerjasama lintas kementerian dengan Pemerintah Kota Semarang yang diwakili oleh PDAM Tirta Moedal. Tiga kementerian yang terlibat dalam proyek ini adalah Kementerian Keuangan, Kementerian Pekerjaam Umum Perumahan Rakyat (PUPR) dan Kementerian Dalam Negeri.
Baca juga: PDAM Siap Pasok Air Bersih untuk NYIA
Menurut Sri Mulyani, data statistik menyebutkan belum seluruh warga Semarang bisa menikmati air bersih. “Statistik masih 40 persen, akan naik jadi 60 persen dan nanti menjadi 100 persen. Kebutuhan air juga meningkat dari 450 liter per detik jadi 1.000 liter per detik,” tuturnya.
Karena itu, SPAM Semarang Barat menjadi solusi jitu mengatasi persoalan tersebut. Setidaknya kebutuhan warga di 31 kelurahan di tiga kecamatan di wilayah barat Semarang segera terpenuhi.
Selain itu, diharapkan turut berkontribusi dalam upaya mengatasi penurunan permukaan tanah Kota Semarang. Sebab, penyediaan air lewat SPAM Semarang Barat akan menggunakan air dari Bendungan Jatibarang, Semarang. Dan akan menjadi percontohan bagi wilayah lain di Semarang maupun kabupaten/kota lain di Tanah Air.
“Sistem Penyediaan Air Minum ini akan menyelesaikan permasalahan krisis air bersih dan penurunan permukaan tanah karena penggunaan air tanah di Kota Semarang,” katanya.
Disinggung besaran tarif yang akan diterapkan, Sri Mulyani optimis terjangkau masyarakat dengan tetap memperhatikan aspek kompetitif sisi bisnis PDAM. “Tarifnya, kalau kita lihat harga etimasi proyeknya makin rendah maka tarifnya semakin kompetitif,” sambung dia.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljanto menambahkan rencana pemberlakuan tarif menjadi salah satu pertimbangan di tender proyek. Sejumlah peserta tender mengajukan beragam angka penjualan air baku SPAM Semarang Barat.
“Salah satu kriteria tender adalah tarif yang nanti akan diberlakukan. Yang menang akan dilihat tarifnya yang rendah. Rp 2600-an per meter kibik, ada yang Rp 3.000, Rp 3.500. Yang menang sekitar Rp 2.600, jadi nantinya tarif penjualannya di kisaran Rp 3.000 per meter kibik,” tukas Basuki. (Joy/lna)

Leave a Reply