Hendi: SPAM Semarang Barat Untuk Menekan Penggunaan Air Tanah

air tanah
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi | Foto: google

JoSS, SEMARANG – PT Air Semarang Barat (ABS) segera merealisasikan pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Semarang Barat. Pemkot Semarang berharap sistem ini dapat menekan penggunaan air tanah.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan mengatakan penurunan permukaan tanah di Kota Semarang cukup memprihatinkan yang berkisar antara 7 sampai 10 centimeter pertahun. DIa berharap dengan pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) 2019 dapat menekan penggunaan air tanah.

Hendi sapaan akrab Wali Kota Semarang ini merupakan proyek penyediaan air bersih pertama di Indonesia yang menggunakan sistem KPBU. Dia menjelaskan, jika sudah jadi maka SPAM bisa mengurangi penggunaan air tanah.

“SPAM Semarang Barat akan mengairi beberapa kecamatan di wilayah Semarang bagian barat. Dan kami berharap adanya SPAM ini dapat mengurangi penggunaan air tanah secara berlebih,” katanya seperti dikutip dari Bisnis.com Jumat (23/11).

Adapun, pembangunan proyek ini akan dimulai tahun depan dengan nilai investasi Rp1,2 triliun. Kelebihan lain dari SPAM Semarang Barat, yakni tidak semata-mata menyediakan air bersih bagi warga Kota Semarang.

Baca juga: Pembiayaan Proyek Tol Semarang-Demak Ditawarkan Ke China dan Korsel

Hendi juga menekankan proyek ini juga memperhatikan aspek lingkungan, yakni menekan penggunaan air tanah. Bahkan hal ini juga diatur dalam perda.

“Jadi ini menjadi proyek percontohan, sebagai sistem penyedia air yang menggunakan sistem KPBU. Persiapannya, 10 bulan dan sudah ada pemenangnya. Tahun depan, pembangunan dimulai, dan ditarget rampung 2020,” tuturnya.

Keberadaan SPAM Semarang Barat juga dalam rangka mewujudkan akses universal, 100% kebutuhan air di Kota Semarang terpenuhi.  SPAM Semarang Barat akan menghasilkan 1.000 liter/detik, untuk mengairi 60.000- 70.000 sambungan.

”Masih ada pekerjaan rumah untuk PDAM yaitu pembangunan SPAM Jatisari dan SPAM Pudak Payung. Kedua SPAM tersebut juga dinanti oleh warga Kota Semarang,” tegasnya.

Sementara itu, Pjs Dirut PDAM Tirta Moedal Semarang M. Farchan, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Semarang tentang aturan pembatasan penggunaan air bawah tanah. Pasalnya, jika pengambilan ABT ini tidak dibatasi dikhawatirkan penurunan tanah semakin tajam yang dampak lanjutannya adalah banjir dan rob.

”Tujuan Pembangunan  SPAM Semarang Barat ini antara lain juga untuk mengatasi persoalan tersebut,” jelasnya.

Dia memaparkan, pembangunan SPAM ini dilakukan oleh tidak pihak yakni PDAM Tirta Moedal, PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PT PII) dan PT Air Semarang Barat (ABS).

PT ABS dibentuk oleh Konsorsium PT Aetra Jakarta-PT Medco Gas Indonesia sebagai pemenang lelang proyek Kerja Sama antara Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) SPAM Semarang Barat. Setelah proyek tersebut selesai dibangun, akan dikelola PT ABS. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*