Bangun 3 SPAM, Tirta Moedal Pastikan 2020  Tak Ada Krisis Air Bersih

tirta moedal
PDAM Tirta Moedal akan membangun tiga Sistem Penyedia Air Minum (SPAM) | Foto : google

JoSS, SEMARANG – PDAM Tirta Moedal akan membangun tiga Sistem Penyedia Air Minum (SPAM) guna memenuhi kebutuhan air bersih di kota ini. Ketiganya yakni SPAM Jatisari, SPAM Pudakpayung (Jl Pramuka), dan SPAM Semarang Barat.

Pjs Dirut PDAM Tirta Moedal Kota Semarang, M Farchan kemarin mengakatakn untuk SPAM Semarang Barat, masuk dalam Proyek Strategis Nasional.  SPAM yang memanfaatkan sumber air dari Waduk Jatibarang ini, akan menghasilkan air bersih sebanyak 1.000 liter/detik.

Menurut dia, saat ini PDAM Tirta Moedal baru memenuhi sekitar 62% kebutuhan air bersih di Kota Semarang. Untuk itu dibutuhkan suplai tambahan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Dia menuturkan rencananya, peletakan batu pertama akan dilakukan Presiden Joko Widodo, Januari 2019. Adapun pembangunan SPAM Jatisari dan SPAM Pudakpayung, dilakukan tahun ini.

’’Adanya tiga SPAM ini, diharapkan dapat memenuhi 100 persen kebutuhan air bersih pada 2020 mendatang, sehingga tidak ada krisis air bersih,’’ katanya.

Untuk SPAM Semarang Barat, saat ini sudah masuk seleksi pemenang lelang. Masing-masing konsorsium sedang melakukan penawaran untuk pembangunan IPA reservoir dan pipa transmisi air bersih, menggunakan sistem kerja sama pemerintah badan usaha (KPBU), senilai Rp 458,5 miliar.

Adapun untuk SPAM Jatisari, saat ini sudah mulai pembangunan bendung di Kelurahan Jatisari, Kecamatan Mijen, yaitu dengan memanfaatkan aliran air Kali Blorong. Pembangunan bendung diperkirakan rampung Agustus mendatang.

Baca juga : Eka Farm Rambah Bisnis Kecantikan

Kasubid Litbang PDAM Tirta Moedal, Hariyanto mengatakan, setelah bendung, akan dilanjutkan dengan pembangunan intake (penangkap air baku), Instalasi Pengolahan Air (IPA), kemudian baru jaringan distribusi utama, sekunder dan jaringan pipa tersier. Saat ini surat izin pengambilan dan pemanfaatan air permukaan (Sippa) juga telah dikantongi.

’’SPAM Jatisari ini, dapat menghasilkan air bersih 200 liter/detik. Diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga di Kecamatan Mijen dan Ngaliyan. Permukiman di dua kecamatan itu, saat ini berkembang pesat,’’ tambah Hariyanto, saat meninjau lokasi, Minggu (29/7).

Sementara pembangunan SPAM Pudakpayung, Banyumanik, akan dimulai September ini. Bendung akan dibuat di aliran air Kali Garang di dekat Jl Pramuka, Kelurahan Pudakpayung.

Dari SPAM Pudakpayung dapat menghasilkan air bersih sebanyak 100 liter perdetik. Air bersih SPAM Pudakpayung, akan mengaliri Semarang bagian selatan, seperti Banyumanik, Pudakpayung, dan sebagian Tembalang.

Selama ini, warga di tiga daerah itu dialiri sumber dari IPA Kudu. Namun, karena kapasitas kurang memenuhi, harus dilakukan giliran air.

’’SPAM Pudakpayung juga akan mengairi daerah Pedurungan, saat IPA Kudu mengalami masalah. Beberapa bulan terakhir, produksi IPA Kudu mengalami kendala, karena sumber air dari Waduk Klambu tidak lancar. Saat SPAM Pudakpayung selesai dibangun, maka bisa dialiri dari sini,’’ katanya seperti dikutip dari Suara Merdeka.

Bagian Perencanaan PDAM Tirta Moedal, Firdaus menambahkan, juga saat ini sedang dilakukan perbaikan Saluran Air Bersih (SAB) Klambu-Kudu.

Perbaikan ditargetkan selesai pada 2019 mendatang. Setelah saluran itu jadi, maka distribusi ke IPAKudu meningkat. Bila sebelumnya sekitar 1.000 liter/detik, kini menjadi 1.800 liter/detik. ’’Upaya untuk terus meningkatkan produksi air bersih terus kami lakukan.

Salah satunya dengan pembangunan tiga SPAM ini. Ada tiga pilihan pembiayaan pada pembangunan SPAM Jatisari dan Pudakpayung, yakni pembiayaan sendiri, kerja sama business to business, atau dengan meminjam ke bank,’’ungkap Firdaus. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*