Rusuh Aksi ‘Rompi Kuning’ Paris Berstatus Darurat Sipil

darurat
Demonstran membangun barikade saat gas air mata mengisi selama protes "rompi kuning" terhadap kenaikan harga minyak dan biaya hidup, dekat Champs Elysees di Paris, Prancis, pada 1 Desember 2018. | Foto: AFP/presstv.com

JoSS, PRANCIS  – Pemerintah Prancis akan mempertimbangkan memberlakukan keadaan darurat untuk mencegah terulangnya kerusuhan sipil terburuk dalam lebih dari satu dekade akibat kenaikan pajak bahan bakar pada Sabtu (1/12) pekan lalu.

Pemerintah Prancis juga mendesak para pengunjuk rasa untuk datang ke meja perundingan, ujar juru bicara pemerintah Benjamin Griveaux sebagaimana dikutip Reuters, Minggu (2/12).

Dalam satu aksi, sekelompok pria muda betopeng dengan senjata jeruji besi dan kapak, melakukan kerusuhan di jalan-jalan pusat kota Paris pada hari Sabtu akhir pekan ini. Aksi itu membuat belasan kendaraan dan gedung terbakar.

“Kami harus memikirkan langkah-langkah yang dapat diambil sehingga insiden ini tidak terjadi lagi,” kata Griveaux kepada radio Eropa 1.

Pihak berwenang tidak menduga meningkatnya aki kekerasan setelah dua minggu protes nasional terhadap pemberlakuan pajak bahan bakar dan kenaikan biaya hidup. Aksi itu dikenal sebagai gerakan “rompi kuning”.

Presiden Emmanuel Macron mengadakan pertemuan darurat dengan perdana menteri dan menteri dalam negeri pada hari ini untuk membahas kerusuhan dan bagaimana memulai dialog dengan para pemrotes. Mereka tidak memiliki struktur atau kepemimpinan yang jelas.

Ketika ditanya tentang wacana pemberlakuan keadaan darurat, Griveaux mengatakan akan menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan pada hari ini waktu setempat.

Baca juga: Ratusan PNS di DIY Terjangkit HIV/AIDS

Dia menambahkan, kondisi darurat diterapkan mengingat hampir setiap akhir pekan terjadi kerusuhan masa yang jumlah pesertanya semakin besar.

“Tidak mungkin, setiap akhir pekan menjadi pertemuan atau ritual untuk kekerasan,” ujarnya.

Aksi protes dimulai pada 17 November dan dengan cepat tumbuh berkat media sosial. Pengunjuk rasa memblokir jalan di seluruh Perancis dan menghalangi akses ke pusat perbelanjaan, pabrik dan beberapa depot bahan bakar.

Pihak berwenang mengatakan kelompok-kelompok kekerasan dari paling kanan dan paling kiri serta “penjahat” dari pinggiran kota telah menyusupi gerakan rompi kuning di Paris pada Sabtu.

Dia dan Griveaux mendesak gerakan rompi kuning untuk mengatur dirinya dan datang ke meja perundingan.

“Kami siap untuk berbicara dengan mereka di mana-mana dan pintu terbuka untuk mereka,” kata Griveaux. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*