Pengamat: Sinergi BUMN Bisa Wujudkan KA Semicepat Jakarta-Surabaya

BUMN
Ilustrasi | Foto: google

JoSS, SURABAYA – Pengamat transportasi menghitung sinergitas BUMN (Badan Usaha Milik Negara) bisa dan mampu mewujudkan Proyek Kereta Api (KA) Semicepat Jakarta-Surabaya, karena sudah teruji mewujudkan banyak proyek tol dan infrastruktur penting lain di Tanah Air. “Lebih baik sinergi antar-BUMN saja yang menangani Proyek KA Semicepat Jakarta-Surabaya. Kalau investor asing nanti terlalu banyak ngatur-ngatur,” kata pengamat transportasi dari Unika Soegijopranoto Semarang, Djoko Setijowarno, MInggu (16/12).

Menurut Djoko, jika dibandingkan dengan investor asing, sinergi antar-BUMN lebih bisa diandalkan, dan sudah terbukti mampu melakukan banyak proyek besar seperti Tol Trans Jawa, Tol Sumatera, KA Sulawesi dan lainnya. “Dari sisi kemampuan teknis dan ekonomis BUMN kita bisa melakukannya. Investasinya juga tidak terlalu besar, sekitar Rp 60 triliun. Ngapain harus dikasih ke asing,” tutur pengajar Fakultas Teknik Unika Semarang ini.

Dari pengalaman yang sudah-sudah, jika proyek strategis nasional dibiayai asing, kendalinya sulit. Bukan hanya soal teknis seperti tingkat komponen dalam negeri (TKDN), tapi juga soal non-teknis lainnya. “Yang memberi pinjaman ngatur semuanya. Kalau dihitung keseluruhan, kita yang dirugikan. Karena itu, saat pembahasan KA Semicepat di Surabaya pekan lalu, forum sepakat mendorong Sinergi BUMN bisa menjadi penyelenggaranya,” kata Djoko.

Belum lama ini di Surabaya digelar “Pembahasan Rencana Kegiatan Peningkatan Kecepatan Kereta Api Koridor Jakarta-Surabaya. Selain para akademisi dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhiubungan serta PT KAI, banyak perwakilan dari BUMN yang hadir. Pada pertemuan itu juga sempat dibahas hasil studi yang dilakukan JICA (Japan International Corporation Agency) atas jalur sepanjang 700 km tersebut.

Baca juga: Hendi Antar Semarang Sabet Predikat The Most Excellent City Irsa Award

Saat ini Kementerian Perhubungan menyatakan proyek pembangunan KA Semicepat Jakarta ke Surabaya memasuki tahap survei persiapan (preparatory survey). Di sisi lain, pemerintah juga meminta Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) ikut serta dalam survey dan pembvuatan studi kelayakannya. Hasil kajian sementara KA Semicepat tersebut akan menggunakan track sempit atau narrouw gauge berukuran 1.067 meter.

Jika KA Semicepat Jakarta-Surabaya terwujud, waktu tempuh lewat KA dari Jakarta Surabaya hanya 5,5 jam, smentara untuk Jakarta – Semarang hanya 3 jam mengingat KA bisa melaju dengan kecepatan 140 km per jam. Trayek utama yang dilayani adalah Jakaarta-Semarang-Surabaya dan sebaliknya.

Untuk pembiayaan proyek KA Semicepat Jakarta-Surabaya direncanakan berasal dari pinjaman Jepang. Pemerintah juga mendorong investasi badan usaha dalam proyek pembangunan KA Semicepat Jakarta-Surabaya dengan porsi hingga 30%. Hal tersebut supaya beban APBN dalam megaproyek sepanjang 700 km itu bisa berkurang.

Tim Ahli Wakil Presiden RI, Sofjan Wanandi, mengatakan studi kelayakan proyek tersebut memang sudah selesai, termasuk rekomendasi baik dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan Japan International Cooperation Agency (JICA) juga sudah selesai dibahas. “Pada intinya, pembangunan proyek ini sangat dimungkinkan karena sebetulnya Jepang juga inginnya cepat,” ungkapnya Sofjan Wanandi di Jakarta belum lama ini.

Untuk memulai pembangunannya, rekomendasi yang disetujui adalah pembangunan fly over dan underpass akan dilakukan langsung oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) agar pembangunan bisa lebih cepat. Hal itu dilakukan karena banyak simpang jalan yang harus dilalui. Sementara untuk dana, proyek sepenuhnya oleh Jepang dalam bentuk soft loan. Pinjaman itu bertenor 40 tahun dengan masa tenggang 10 tahun dan bunga 0,5%. (wid)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*