JoSS, BATANG – Sebanyak tiga investor perusahaan manufaktur sepakat menandatangani Letter of Intent (LoI) dengan Pemerintah Kabupaten Batang dalam agenda Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2018, di Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta Senin (26/11).
Dalam forum yang dimotori oleh Pemeritah Provinsi Jateng tersebut, nilai investasi yang berhasil dibukukan sebesar Rp8,58 triliun.
Bupati Batang Wihaji di Batang, Selasa, mengatakan bahwa saat ini Kabupaten Batang telah menjadi daya pikat sejumlah perusahaan asing maupun domestik karena di wilayah ini memiliki sumber daya alam (SDA) dan sumber energi yang berlimpah serta situasi yang kondusif untuk berbisnis.
“Kami berhasil memikat dan menyakinkan pada investor untuk tertarik menanamkan modalnya. Hasilnya, ada tiga investor yang berminat dan meneken LoI bersama pemkab dengan nilai investasi triliun rupiah,” katanya, seperti dikutip dari Antara, Rabu (Kamis 29/11).
Baca juga: Bank Jateng Raih Penghargaan The Best Buku III Versi BPD dan Bank Industri
Ia mengatakan penandatangan LoI dengan tiga perusahaan ini juga berkat dukungan masyarakat yang mampu menciptakan kondusivitas wilayah sehingga para investor merasa nyaman untuk berinvestasi yang saling menguntungkan.
Pada penandatanganan tersebut, kata dia, ada PT Rimba Wood Arsi Lestari yang ingin berivestasi senilai Rp550 miliar, PT Java Wood Industri senilai Rp30 miliar, dan PT Opsico Baruna Consortium senilai Rp8 triliun.
Menurut dia, PT Rimba Wood Arsi Lestari yang bergerak di bidang furnitur ini bakal menyerap sekitar 2.500 tenaga kerja, PT Java Wood Industri menyerap 500 tenaga kerja, dan PT Opsico Baruna Consurtium yang bergerap pada usaha migas dan barang ini menyerap sekitar 2.000 tenaga kerja.
Dia menambahkan hasil dari penandatanganan kerjasama investasi tersebut berpotensi menyerap tenaga kerja lokal sebanyak 5.000 orang.
Hal ini tentunya sangat menguntungkan bagi pemerintah daerah dalam upaya peningkatkan perekonomian Batang.
Keikutsertaan Pemkab Batang yang secara rutin berpromosi di Central Java Investment Business Forum (CJIBF), kata dia, memiliki dampak positif yang luar bisa dalam pertumbuhan ekonomi, peningkatan investasi, dan memberikan kesempatan peluang lapangan kerja yang lebih luas pada masyarakat.
“Pada acara CJIBF 2018 melalui penandatangan LoI, nilai penanaman modal invesotor di Kabupaten Batang mencapai Rp8,58 triliun,” katanya. (lna)

Leave a Reply