
JoSS, SEMARANG – Pemerintah belum menemukan angka yang pas untuk besaran tarif terusan tol Trans Jawa ruas Jakarta – Surabaya. Pengumuman tarif masih menunggu hasil kesepakatan dari asosiasi pengelola jalan tol.
“Sedang didiskusikan diantara asosiasi jalan tol Indonesia. Ini eksploring terus sambil menunggu peresmian,” kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono saat kunjungan kerja di Semarang, Rabu (12/12).
Menteri Basuki menjelaskan tol Trans Jawa terbagi dalam sejumlah ruas yang beda pengelolaan. Pihaknya tidak bisa serta merta menentukan tarif terusan tanpa melibatkan para pengelola. “Ini karena investiasi maka saya minta ini didiskusikan. Tiap ruas tol pemiliknya berbeda-beda, ada Jasamarga, Astra dan lain-lain, harus didiskusikan,” tuturnya.
Panjang tol Trans Jawa ruas Jakarta –Surabaya mencapai sekitar 870 kilometer. Jalan tol sepanjang itu dikelola oleh operator yang berbeda. Jasa Marga misalnya, mengelola ruas Jakarta – Cikampek, Palimanan – Kanci, Batang – Semarang, dan Semarang – Solo. Selanjutnya Solo – Ngawi, Ngawi – Kertosono, dan Surabaya Mojokerto.
Lain kasus di Jembatan Suramadu, Jawa Timur. Jembatan penghubung Pulau Jawa dan Madura tersebut murni dibiayai APBN sehingga pemerintah punya kewenangan sendiri untuk merumuskan besaran tarif. “Pemerintah bisa putuskan sendiri Rp 0,” ujar dia.
Baca juga: Prakonstruksi Pengaktifan Jalur KA Semarang-Magelang-Yogyakarta Mulai 2019
Awalnya, lanjut Basuki, tarif terusan Tol Trans Jawa dirumuskan dengan menjumlah besaran tarif di tiap-tiap ruas tol. Hanya saja, perkiraan tarif yang mencapai sekitar Rp 600 ribu tersebut diakui mendapat keluhan dari pelaku bisnis logistik Tanah Air. Karenanya, perlu ada perumusan yang bisa mengakomodir kepentingan semua pihak. Dengan demikian dapat dihasilkan kesepakatan tarif yang kompetitif
“Apakah akan ditambahkan semua masing-masing ruas ?. Kalau ditambahkan tiap ruas maka jadinya Rp 625 ribu itu tadi,” jelasnya.
Basuki sendiri berharap perumusan tarif terusan atau tarif sekali jalan Trans Jawa bisa meniru pengelola moda kereta api. Dimana untuk beberapa trayek sekali jalan, tarif yang dikenakan ke penumpang besarannya sama.
“Jakarta- Tegal dengan Jakarta – Semarang itu sama harga tiketnya. Jakarta – Cepu dengan Jakarta – Surabaya juga sama. Nah ini tol bisa ndak dibikin seperti itu,” sambung dia.
Ditambahkan, tarif tol Trans Jawa diharapkan sudah final sebelum pengoperasian resmi, awal Januari 2019 mendatang. “Januari sudah kena tarif, itu nanti pada peresmian Desember ini sudah ada keputusannya,” imbuh Basuki.
Sebelumnya Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan tol Trans Jawa Jakarta – Surabaya akan full dioperasikan sebelum tanggal 25 Desember 2018. Hal ini sebagai antisipasi lonjakan arus kendaraan di masa libur Natal dan Tahun Baru. Untuk urusan tarif terusan menjadi kewenangan dari Kementerian PUPR. (Joy/lna)

Leave a Reply