Dishub Waspadai Kepadatan di Malioboro

Malioboro
Jalan Malioboro Jogja | Foto: google

JoSS, JOGJA – Kepadatan lalu lintas saat libur panjang akhir tahun yaitu dari Tugu, Malioboro hingga Titik Nol Kilometer Jogja jadi perhatian serius Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jogja.

“Libur panjang akhir tahun adalah peristiwa rutin yang terjadi tiap tahun. Seperti tahun-tahun sebelumnya, maka titik kepadatan lalu lintas dimungkinkan tidak berubah yaitu tetap dari Tugu, Malioboro hingga Titik Nol Kilometer,” kata Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta Golkari Made Yulianto di Jogja, belum lama ini seperti dirilis Elshinta.

Menurut dia, langkah antisipasi yang akan diambil oleh Dinas Perhubungan adalah menyiapkan rambu-rambu petunjuk jalan alternatif yang akan dipasang di sisi luar atau akses jalan masuk menuju Tugu atau Malioboro.

Tujuan pemasangan rambu petunjuk jalan alternatif tersebut diharapkan mampu memberikan peringatan sekaligus petunjuk bagi wisatawan yang berniat menghabiskan libur akhir tahunnya di Malioboro agar tidak terjebak kemacetan.

Malioboro, lanjut dia, tetap menjadi magnet utama wisatawan saat berkunjung ke Jogja terlebih pada akhir tahun pembangunan Titik Nol Kilometer sudah selesai. Kawasan Titik Nol Kilometer akan memiliki wajah baru yaitu bergantinya aspal dengan batu andesit yang disusun dengan motit tertentu.

Baca juga: Dongkrak Perekonomian Daerah Stasiun KA Joglosemarkerto Harus Ditambah

Golkari memperkirakan, peningkatan kepadatan arus lalu lintas di Kota Jogja akan terjadi mulai awal pekan ketiga Desember atau awal libur panjang sekolah. “Dimungkinkan mulai 20 Desember sudah ada peningkatan arus kendaraan wisatawan yang masuk ke Jogja,” katanya.

Selain memasang rambu petunjuk jalan alternatif, Dinas Perhubungan Kota Jogja juga akan memberlakukan rekayasa lalu lintas di ruas Jalan Lempuyangan mulai 20 Desember.

“Kami akan pasang rambu-rambu pendukung sehingga masyarakat mengetahui bahwa Jalan Lempuyangan diberlakukan satu arah dari barat ke timur mulai 20 Desember hingga awal Januari,” katanya.

Selain di pusat-pusat keramaian, pengamanan atau pengaturan lalu lintas juga akan difokuskan di sekitar tempat peribadatan khususnya gereja saat malam Natal.

“Kami akan terjunkan personel untuk membantu kepolisian saat mengatur arus lalu lintas di sekitar tempat peribadatan,” katanya.

Sedangkan saat malam tahun baru, dimungkinkan dilakukan pengaturan lalu lintas di titik masuk Malioboro menyesuaikan kondisi di lapangan. “Jika memang sudah terlalu padat, maka arus ke Malioboro akan ditutup,” katanya.

Golkari meminta agar semua wisatawan dan masyarakat yang melintas di Kota Jogja menaati rambu-rambu lalu lintas agar arus lalu lintas tetap lancar meskipun volume kendaraan meningkat sekaligus mengurangi potensi kecelakaan. (Wiek/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*