Wisata ‘Kota Mati’ Yang Kian Digemari

Kota mati
Kota mati Oradour-Sur-Glane di Perancis | Foto: google

JoSS, ITALIA – Bangunan kuno ‘Kota mati’ kini justru mulai dilirik wisatawan. Para turis penikmat tantangan justru sangat menikmati suasana destinasi sunyi yang beraroma sejarah dan berbau mistis ini.

Mengutip Lonely Planet tren berjelajah ke kota mati kian meningkat setelah serial wisata seperti Abandoned keluaran Vice dan Dark Tourist rilisan Netflix ditayangkan.

Abandoned adalah sebuah TV Serial yang mulai tayang sejak 2016, di mana seorang pemain skateboard Rick McCrank menjelajah sejumlah lokasi yang telah lama terabaikan.

Sedangkan Dark Tourist, yang dibintangi oleh David Ferrier, lebih fokus dengan kegiatan wisata sejarah dan budaya yang mendebarkan.

Melalui data yang dikumpulkan berdasarkan faktor biaya, ulasan online dan jumlah unggahan Instagram dari tahun 2012 sampai 2017, sebuah situs layanan informasi asuransi Travel Insurance Explained mengungkapkan beberapa destinasi “kota mati” paling populer di dunia.

Melalui data tersebut, ditemukan destinasi “kota mati” paling populer di dunia ialah Pompeii di Campania, Italia.

Pompeii merupakan reruntuhan kota zaman Romawi kuno yang hancur paska letusan Gunung Vesuvius pada tahun 79 Masehi.

Baca juga: Dinkes Bali Bantah Ada Wabah Japanese Encephalitis

Setiap tahun, terdapat lebih dari setengah juta posting Instagram penanda turis telah datang ke sana.

Terlepas dari biaya masuk yang cukup mahal, yakni USD68 (sekitar Rp1 juta) per orang, Pompeii menuai banyak ulasan baik di sejumlah website layanan wisata.

Posisi Pompeii kemudian disusul oleh Penjara Negara Bagian Timur di Pennyslvania, Amerika Serikat (AS).

Penjara yang masuk dalam daftar Cagar Budaya AS ini dulunya menjadi tempat penahan penjahat kelas kakap seperti Al Capone.

Sedangkan posisi ke-tiga dipegang oleh Oradour-Sur-Glane di Perancis. Kota ini menjadi lokasi pembantaian paling kejam pada Perang Dunia II, dengan 642 korban jiwa, termasuk 193 korban anak-anak.

Setiap tahunnya, Oradour-Sur-Glane menyambut hingga 300 ribu turis.

Menyusul di posisi ke-empat adalah Pripyat di Ukrania, yang terkena dampak ledakan pabrik nuklir Chernobyl.

Lebih mahal dari Pompeii, untuk masuk ke Pripyat turis wajib membeli tiket seharga USD81 (sekitar Rp1,1 juta) per orang. (Wiek/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*