JoSS, SOLO – Maskapai penerbangan Lion Air mengajukan sembilan rute baru dari Bandara Adi Soemarmo Solo. Hal ini dilakukan perusahaan untuk mendongkrok jumlah penumpang yang saat ini mengalami penurunan.
General Manager Angkasa Pura I Bandara Adi Soemarmo Abdullah Usman mengatakan pengajuan rute tersebut kini tengah menunggu persetujuan dari Kementerian Perhubungan. Dia berharap pengajuan rute tersebut disetujui pada masa low season berakhir.
“Sudah mengajukan, namun hingga saat ini belum ada persetujuan dari Kementerian Perhubungan,” katanya, seperti dikutip dari Antara.
Seperti diketahui, Lion Air Group telah mengajukan pembukaan 68 rute penerbangan baru melalui bandara wilayah PT Angkasa Pura I (AP I) kepada Kementerian Perhubungan tahun ini.
Corporate Communications Lion Air Group Ramaditya Handoko mengatakan sebanyak 60 rute baru merupakan destinasi dalam negeri atau rute domestik, yakni Lion Air membuka 15 rute, Batik Air 13 rute, dan Wings Air 32 rute. Sementara untuk rute internasional, Lion Air dan Wings Air masing-masing membuka dua rute, sementara Batik Air empat rute baru.
“Pengembangan rute di wilayah AP I dipilih untuk membantu meningkatkan sektor pariwisata nasional,” katanya, beberapa waktu lalu.
Baca juga: Tips Mengatasi Rasa Takut Naik Pesawat
Dia menambahkan, ekspansi yang dilakukan Lion Air Group tidak hanya dengan membuka rute baru, tetapi juga dengan menambah frekuensi penerbangan, yakni 15 rute Lion Air dan 17 rute Batik Air.
Sementara itu, dua rute yang dulu ditutup, kini dibuka kembali oleh Lion Air, yakni penerbangan Ternate-Makassar dan Makassar-Jakarta.
Guna memenuhi kebutuhan pengembangan rute dan frekuensi penerbangan, lanjut Rama,Lion Air Group menerima 36 unit pesawat, yakni 20 unit ATR72 500/600, 4 unit Boeing 737 MAX 9, 2 unit Boeing 737/900ER, 3 unit Airbus A320, 4 unit Boeing 737-800 dan 3 unit Boeing 737 MAX 8.
“Tiga unit pesawat jenis Airbus A320 sudah diterima sejak Januari 2018 yang dikirim langsung dari pabrikan Airbus di Toulouse, Prancis dan Hamburg, Jerman,” ujarnya.
Sementara itu, jumlah penumpang pesawat terbang melalui Bandara Adi Soemarmo Surakarta mengalami penurunan pada periode September 2018 seiring dengan belum memasukinya musim liburan.
“Berdasarkan data kami, turunnya jumlah penumpang datang sebesar 6,70% karena pada periode ini memang merupakan masa ‘low season’,” kata Kepala Seksi Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surakarta MAB Herminawati di Solo, Jumat.
Ia mengatakan untuk periode September jumlah kedatangan penumpang di Adi Soemarmo sebanyak 101.724 orang. “Angka ini turun jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, yaitu sebanyak 109.025 orang,” katanya.
Untuk jumlah penumpang berangkat juga mengalami penurunan. Berdasarkan data BPS, jumlah penumpang berangkat pada bulan September turun sebesar 4,95 persen, yaitu dari 106.209 orang menjadi 100.955 orang. (lna)

Leave a Reply