Harga Tembakau Temanggung Anjlok Petani Merugi

Harga tembakau
Ilustrasi tembakau kering | Foto: instagram aldie_3950

JoSS, TEMANGGUNG – Harga tembakau tertinggi pada musim panen tahun ini untuk gradwe G dan F sebesar Rp175.000/kg padahal tahun lalu bisa mencapai Rp300.000/kg. Anjloknya harga tembakau tersebut membuat petani tembakau di Temanggung Jawa Tengah merugi.

Petani tembakau di Desa Candisari, Kecamatan Bansari, Ceper Parwidi mengatakan kalangan petani di kawasan lereng Gunung Sindoro, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, kecewa karena harga tembakau pada masa panen tahun ini anjlok, tidak  sesuai dengan harapan petani.

“Padahal tahun ini cuaca mendukung dan kualitasnya lebih bagus, tetapi harga tidak sesuai harapan petani, harga tembakau tertinggi tahun ini untuk grade G dan F hanya dihargai Rp175.000/kg, padahal tahun lalu untuk grade yang sama mencapai Rp300.000/kg,” katanya, baru-baru ini, seperti dikutip dari Antara.

Menurut dia, pada awal panen tahun ini harga agak bagus dan petani merasa bangga, tetapi di masa akhir panen justru harga anjlok. Tembakau grade D yang semula Rp80.000 per kilogram hanya dihargai Rp40.000 hingga Rp50.000 per kilogram.

“Kami berharap kalau pabrikan masih membutuhkan kualitas tembakau dari kami tolong hargai pula hasil kami dengan harga yang layak,” katanya.

Ia menuturkan pada masa akhir panen memang tidak ada tembakau di tingkat petani, tetapi mereka juga belum menerima uang karena harus menunggu tembakau yang dibawa para pengumpul laku dibeli pabrikan.

Baca juga: Penghitungan UMK Solo Sudah Final, Naik 8,03%

“Tembakau memang sudah dijual ke pengumpul tetapi prosesnya lambat sehingga jadinya uang juga lambat, apalagi hasil sisa panen kemarin dihargai dengan harga rendah,” katanya.

Ia berharap ke depan pemerintah bisa memfasilitasi antara pihak petani dengan pabrik rokok untuk bisa menghargai produk petani dengan harga yang layak agar petani lebih sejahtera.

Petani tembakau yang juga Kades Purbosari, Kecamatan Ngadirejo Saifudin Ansori juga mengakui bahwa secara finansial hasil panen tembakau tahun ini kurang memuaskan, tetapi tetap harus disyukuri.

Ia menuturkan harga tembakau tertinggi di desanya hanya berkisar Rp100.000 per kilogram, tetapi rata-rata harga tembakau hanya Rp50.000 hingga Rp60.000 per kilogram.

“Karena harga rendah, para bakul juga tidak mau langsung membayar tunai kepada petani dan petani harus titip kepada bakul untuk menjualkan tembakaunya,” katanya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*