JoSS, SOLO – Dampak melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dalam beberapa bulan terakhir mulai dirasakan pelaku bisnis perhotelan di Solo. Meski akumulasi dampak terberatnya baru bisa dirasakan tahun depan.
Perwakilan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Solo Bidang Humas dan Promosi, yang juga General Manager The Alana Hotel, Sistho A. Sreshtho, mengatakan dampak tersebut akan muncul baik di lingkup internal maupun eksternal hotel.
“Pasti ada dampaknya, dan mulai bisa dirasakan. Dampaknya bisa dilihat dari dua aspek, internal dan eksternal,” kata dia.
Lebih lanjut dia menjelaskan, secara eksternal, hal itu juga terpengaruh dari keberadaan Solo dan sekitarnya sebagai kota bisnis. Pengunjung yang memanfaatkan hotel di Solo banyak dari kalangan bisnis.
Menurut dia, budget tamu bisnis tersebut juga biasanya ditentukan oleh alokasi dana dari perusahaan yang biasanya dianggarkan dengan mengacu nilai dolar.
“Kemudian untuk pembuatan budget akan dibuat di September atau Oktober. Misalnya saja tahun ini dolar dianggarkan Rp14.200, tahun depan mungkin Rp14.700. Itu akan berdampak pada perusahaan tersebut. Karyawan yang tadinya bisa menginap di hotel bintang empat atau lima, mungkin tahun depan akan downgrade,” kata dia, seperti dikutip dari Kabar24, Kamis (20/9).
Baca juga : Bisnis Menggeliat Konsumsi Listrik Industri Di Solo Naik
Sedangkan dampak internal, lanjut Sistho kenaikan nilai tukar dolar juga akan berdampak pada pengeluaran hotel.
“Seperti perusahaan lain, hotel juga akan melakukan hal yang sama. Dalam membuat budget tentu akan melihat kurs dolar seperti apa. Mengingat sebagian rawmaterial atau bahan baku didatangkan dari luar negeri. Misalnya daging [impor], alkohol dan sebagainya. Tentu ada dampaknya. Belum lagi dengan kunjungan kerja atau kegiatan bisnis dan lain-lain,” kata dia.
Sementara secara pasti, dampak tersebut belum bisa diketahui dalam waktu dekat ini. Menurut Sistho, dampak tersebut baru bisa dibaca tahun depan. “Tapi yang jelas ada. Mudah-mudahan tidak akan banyak berdampak,” kata dia.
Terkait dengan harga bahan baku yang didatangkan dari luar negeri, dia mengatakan belum ada dampak signifikan.
Sedangkan dari sisi kunjungan wisatawan mancanegara (wisman), Sistho menilai Solo merupakan kota yang belum bisa banyak menarik kunjungan wisman. (lna)

Leave a Reply