JoSS, BOYOLALI – Pemerintah Kabupaten Boyolali serius akan merealisasikan pemekaran tiga wilayah kecamatan baru pada 2019. Anggaran untuk pembangunan infrastrukturnya bahkan telah disiapkan sebesar Rp15 miliar.
Sekertaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan ruang (DPU-PR) Kabupaten Boyolali, Arief Gunarto, mengatakan pembangunan infrastruktur tersebut diawali gedung kantor dan alun-alun kecamatan dan masing-masing daerah akan mendapat jatah Rp5 miliar.
Menurut Arief, penganggaran untuk pembangunan kecamatan yang baru tersebut telah dimasukkan ke dalam Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS). Dia menambahkan adapun Dokumen KUA PPAS saat ini telah diserahkan ke DPRD Boyolali untuk dibahas dalan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD).
“Dokumen KUA PPAS itu yang menjadi cikal bakal Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) Boyolali 2019. DPRD selanjutnya akan membahas bersama dengan Pemkab Boyolali,” kata Arief Gunarto, seperti dikutip dari Antara, Selasa (18/9).
Menurut dia, pemkab akan menyewa rumah atau gedung sebagai kantor para pejabat dan staf kecamatan baru sebelum pembangunan fisik kantor baru selesai.
Baca juga : Juru Parkir Tua Solo Dicarikan Pekerjaan Baru
Dia menuturkan pembangunan dilakukan secara bertahap untuk tiga kecamatan baru ini, rencana masing-masing memiliki alun-alun sebagai ruang publik.
Sementara itu, Kabag Kerja sama dan Otonomi Daerah Setda Boyolali Arief Wardianta menjelaskan, pemekaraan tiga kecamatan baru tersebut hingga sekarang masih menunggu rekomendasi dan persetujuan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Arief Wardianta mengatakan tiga kecamatan di Boyolali yang dimekarkan, yakni Ampel dipecah menjadi Ampel dan Gladagsari. Kecamatan Gladagsari hasil pemecahan akan mejadi ibu kota kecamatan. Kecamatan Ampel ibu kotanya di Desa Urutsewu. Kedua kecamatan ini, masing-masing memiliki 10 desa dan daerahnya dipisahkan Jalan Utama Solo-Semarang.
Arief Wardianta menjelaskan Kecamatan Musuk juga dipecah atau dimekarkan menjadi dua daerah yakni Musuk dan Tamansari. Kecamatan Musuk pusat kota kecamatan di Desa Musuk seperti saat ini, sedangkan Kecamatan Tamansari di Desa Karangkendal.
Kecamatan Wonosegoro dipecah menjadi dua bagian yakni Wonosegoro dan Wonosamodro. Wonosegoro pusat kota kecamatan tetap di lokasi saat ini, sedangkan Wonosamudro di Desa Garangan.
“Pemkab Boyolali sebelum ada 19 kecamatan setelah pemekaraan kini bertambah menjadi 22 kecamatan,” kata Arief Wardianta. (lna)

Leave a Reply