JoSS, SOLO – Para juru parkir di Solo yang sudah masuk kategori tua atau berusia lanjut, ditawari pekerjaan baru yang lebih sesuai untuk mereka. Upaya itu dilakukan Pemkot Surakarta untuk memperbaiki kinerja pelayanan parkir.
Kabid Perparkiran Dinas Perhubungan (Dishub) Solo, M Usman, mengatakan kebijakan tersebut dilakukan karena juru parkir (jukir) lanjut dinilai riskan saat melakukan pekerjaannya tersebut. “Sudah disosialisasikan ke pengelola parkir di Solo. Jadi mereka nanti ganti pekerjaan, tidak jadi jukir lagi,” kata Usman, Minggu (26/8).
Menurut dia, bidang pekerjaan pengganti yang ditawarkan meliputi kerja di bidang perkebunan, perdagangan, hingga jasa. Usman menyebutkan, selain riskan saat bekerja, ada sejumlah keluhan bahwa jukir yang sudah tua relatif tak banyak membantu pemilik kendaraan di lokasi parkir. Karena itu, katanya, program memberi alternatif pekerjaan kepada mereka saat ini dalam proses pematangan.
Baca juga : Flyover Purwosari Solo Dilelang September
“Sinergi dilakukan kepada instansi lain yang membidangi UMKM dan jasa, dan lain-lain,” ujar dia. Berdasarkan catatan yang ada, saat ini ada 396 jukir berusia 60-84 tahun, dari 3.100 jukir terdata. “Itu data yang sudah ada. Sedang kita update lagi,” papar dia.
Ketua Asosiasi Parkir Surakarta (Asparta), Ngadiyo menjelaskan, bila Pemkot Solo telah melakukan sosialisasi terkait hal tersebut. Ia mengaku mengapresiasi langkah Pemkot Solo. “Kami telah meneruskan hal itu ke teman-teman jukir, karena ini penting untuk mereka dan untuk pelayanan kepada masyarakat, “ ujar Ngadiyo. (tbrjt/wid)

Leave a Reply