JoSS, JAKARTA — PT Adhi Karya (Persero) Tbk menyatakan kesiapannya untuk membangun proyek jalan tol Solo-Yogyakarta sepanjang 70 kilometer dengan nilai investasi sebesar Rp19 triliun. BUMN itu bahkan telah mengajukan dokumen prakarsa kepada pemerintah.
Direktur Utama PT Adhi Karya (Persero) Tbk Budi Harto mengatakan nantinya, jalan bebas hambatan tersebut hingga Kulon Progo sebagai akses bandara baru New Yogyakarta International Airport.
Menurut dia nilai investasi itu hanya untuk pembangunan konstruksi, belum termasuk biaya untuk pembebasan lahan. Dia menilai untuk pembangunan jalan tol sepanjang 70 kilometer, biaya ini relatif besar karena ada elevated konstruktion atau sebagian konstruksinya dibuat melayang sepanjang 15 kilometer.
“Investasi proyek Tol Solo-Yogyakarta sepanjang 70 kilometer diperkirakan menelan angka fantastis, yaitu Rp 19 triliun. Besarnya anggaran tersebut lantaran sebagian ruas tol ini akan dibuat melayang atau elevated, jadi biayanya membengkak hingga tiga kali lipat dibandingkan biasanya,” katanya, Selasa (21/8).
Budi berharap pemerintah dapat segera memulai proses lelang. Sehingga, pekerjaan konstruksi pun dapat dimulai setelah lelang berakhir. “FS (feasibility study) sudah kami ajukan. Jadi tahun depan bisa langsung fisik,” ujarnya.
Dalam pengajuan prakarsa, Adhi akan berkolaborasi dengan swasta dalam menggarap proyek tersebut. Adhi akan mengantongi porsi 40 persen, sementara 60 persen sisanya adalah Gama Group beserta pihak swasta lain yang telah diajak bekerja sama.
Baca juga : Terdampak Pembangunan Jalan Tol Batang – Semarang Ribuan Makam Direlokasi
“Nantinya, hampir 60 persen porsi proyek tersebut akan digarap Gama beserta pihak swasta lain yang telah diajak berpartisipasi. Ini pertama mereka (Gama) masuk tol dengan Adhi,” ungkap Budi.
Budi menambahkan bahwa jalan tol Solo-Yogyakarta akan menjadi tonggak baru perseroan dalam bisnis jalan tol. Pasalnya, selama ini perseroan belum pernah berkecimpung secara signifikan dalam investasi jalan tol.
Berdasarkan laporan keuangan ADHI, sejauh ini perseroan tercatat berpartisipasi dalam ruas tol Bali Mandara dengan porsi hanya 2%. “Di ruas Solo-Yogyakarta, perusahaan menguasai 40% saham, yang terbesar bagi kami untuk bisnis ini,” tuturnya.
Sementara itu Grup Gama selam ini berkiprah di bisnis properti lewat entitas Gamaland. Grup ini dimiliki Ganda dan Martua Sitorus, pemilik Grup Wilmar.
“Kami sudah mengajukan diri sebagai pemrakarsa bersama Gama Group dan DMT [Daya Mulia Turangga]. Kami berharap tahun ini bisa dilelang sehingga tahun depan sudah bisa konstruksi fisik,” ujarnya. (lna)

Dengan Hormat,
Perkenalkan kami dari PT. Bakalindo Akses Penjamin (Agen Asuransi) dimana perusahaan kami telah di tunjuk untuk memasarkan Produk Penerbitan Bank Garansi & Surety Bond – Tanpa Agunan ( N on Collateral) bahkan perusahaan kami telah di Back Up oleh Perusahaan Asuransi Kerugian Swasta Nasional Maupun BUMN.
File Penawaran Terlampir
JENIS JAMINAN :
1.Jaminan Penawaran / Bid Bond.
2.Jaminan Pelaksanaan / Peformance Bond.
3.Jaminan Uang Muka / Advance Payment Bond.
4.Jaminan Pemeliharaan / Maintenance Bond.
5. Jaminan Pembayaran Akhir Tahun / SP2D
Lines Of Insurance
1. Custom Bond
2. Asuransi Cargo
3. Construction All Risk ( CAR )
4. Public Liabillity/ Product Liability
5. Comprensive General Liability (CGL)
6. Erection All Risk ( EAR )
7. Workman Compensation Liability ( WCL )
8. Automobile Liability ( AL )
9. Marine Hull
Regards,
Julian Hamzah
Call / WA 085217012610
Website : bapaksespenjamin.com