Perluas Apron Bandara Banyuwangi AP II Gelontorkan Dana Rp400 Miliar

bandara banyuwangi
Bandara Banyuwangi | Foto : genpi.co

JoSS, BANYUWANGI – PT Angkasa Pura (AP) II siap memperluas apron di Bandara Banyuwangi dengan anggaran sebesar Rp400 miliar. Pengembangan infrastruktur tersebut juga didukung penyediaan lahan oleh pemkab setempat.

Pemkab Banyuwangi melakukan penandatangan kerjasama (PKS) tentang pemanfaatan tanah dan bangunan untuk menggenjot pengembangan Bandara Banyuwangi, Kamis (30/8). Penandatanganan perjanjian dihadiri Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dan Dirut PT AP II M Awaluddin.

“Kerja sama ini adalah tindak lanjut yang lebih teknis tentang hak dan kewajiban dalam pemanfaatan tanah dan bangunan untuk pengembangan bandara ke depannya. Dengan penandatanganan kerja sama ini, sinergi AP II dan Pemkab Banyuwangi semakin kokoh untuk mengembangkan bandara sebagai salah satu fondasi kemajuan daerah,” kata Awaludldin.

Dia menambahkan saat ini, Angkasa Pura II tengah melakukan investasi pengembangan bandara terutama apron yang merupakan bagian dari bandar udara yang digunakan sebagai tempat parkir pesawat terbang, mengisi bahan bakar, menurunkan penumpang, dan mengisi penumpang pesawat terbang.

“Dana itu digunakan untuk perluasan apron, penebalan dan perpanjangan landasan pacu,” tuturnya.

Menurut dia perluasan apron ini untuk mengantisipasi lonjakan penumpang pesawat yang terus meningkat setiap tahunnya. Apalagi pemerintah pusat menargetkan bandara ini melayani rute internasional pada tahun depan.

“Pertumbuhan penumpang sangat cepat hingga dua kali lipat dari sebelumnya. Saat ini, per hari Bandara Banyuwangi melayani 1.400 orang. Tentu kedepan membutuhkan terminal yang lebih luas,” imbuhnya.

Baca juga : Kembangkan Pariwisata Karimunjawa PT Pelni Gandeng Maskapai Penerbangan dan KAI

Dia yakin Bandara Banyuwangi makin prospektif. Apalagi, Menteri BUMN Rini Soemarno telah memberikan arahan agar pesawat berbadan kecil yang beroperasi di Bandara Ngurah Rai Bali untuk dialihkan ke bandara terdekat, yaitu Banyuwangi.

“Menteri BUMN sudah memerintahkan untuk memindahkan pesawat yang tidak bermesin jet, seperti yang berbaling-baling atau propeller agar dipindahkan ke Banyuwangi. Ini peluang besar bagi kami sebagai operator di Bandara Banyuwangi,” ujarnya seperti dikutip dari Antara.

Dengan rencana ini, lanjut Awaluddin, pihaknya akan mengembangkan tourism triangle, yaitu pengembangan pariwisata terpadu antara Banyuwangi, Bali, dan Lombok.

“Dengan skema itu, Bandara Banyuwangi pasti akan lebih sibuk, dan peningkatan penumpang pasti signifikan,” cetus Awaludin.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas berterima kasih kepada AP II yang telah meningkatkan infrastruktur bandara dan melakukan pengelolaan Bandara secara profesional.

“Ini bukti BUMN hadir untuk negeri, salah satunya dengan memudahkan aksesibilitas agar ekonomi rakyat di daerah makin berkembang,” ujarnya.

Bupati Anas juga menyatakan kesiapannya mendukung triangle tourism yang digagas AP II dengan memadukan Bali, Lombok, dan Banyuwangi. Apalagi, kata Anas, Banyuwangi saat ini telah ditetapkan oleh pemerintah pusat menjadi satu dari delapan daerah prioritas pengembangan pariwisata.

“Pengembangan bandara ke depannya akan sangat mendukung program peningkatan jumlah turis sebagaimana target Presiden Jokowi,” pungkas Anas. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*