Harga Daging Ayam Meroket Pedagang Soto Pusing

harga daging
Ilustrasi daging ayam | Foto : instagram ayampotong_masblack

JoSS, KLATEN – Harga daging ayam di sejumlah pasar tradisional di Klaten terus menanjak hingga menyentuh Rp40.000 per kilogram. Kondisi tersebut membuat sejumlah pedagang soto ayam pusing.

Penjual Sooto Ayam di Pasar Srago Klaten harga ayam potong membuat  pusing para pedagang kuliner di berbagai wilayah termasuk Klaten. Ada yang pasrah ada pula yang memilih mengurangi jumlah daging yang dibeli hingga menaikkan harga makanan.

Untuk menyiasati kondisi tersebut Fitri memilih mengurangi jumlah daging yang diolah saban hari ketimbang menaikkan harga soto yang dijual.

Belakangan, Fitri memilih hanya menggunakan 0,5 kg daging ayam dari biasanya 2 kg. “Harga daging ayam potong itu Rp40.000/kg. Daripada saya menaikkan harga soto, saya memilih mengurangi jumlah daging untuk bahan soto,” katanya, seperti dikutip dari Solopos.

Senada diungkapkan Poniran, 42, pedagang soto ayam di tepi Jl. Ki Ageng Gribig, Kelurahan Barenglor, Kecamatan Klaten Utara, memilih mengurangi pembelian ayam. Saban hari, ia menghabiskan 3 kg daging ayam.

Namun, selama hampir sepekan ini ia mengurangi jumlah daging ayam menjadi 1,5 kg. “Kalau saya biasanya beli ayam hidup dan disembelih sendiri. Sekarang harga ayam sudah mencapai Rp28.000/kg. Kalau kondisi normal itu ya hanya Rp20.000/kg untuk jenis ayam sayur,” katanya.

Pilihan Poniran mengurangi jumlah suwiran daging ayam dalam mangkuk sotonya ketimbang menaikkan harga soto agar tak mengecewakan para pelanggannya. “Kalau porsinya ya sementara berkurang. Para pelanggan juga sudah maklum karena memang harga daging potong naik,” katanya.

Pedagang ayam crispy di kawasan Pasar Srago, Yatino, 58, memilih menaikkan harga jual barang dagangannya agar tak semakin merugi. Dalam sehari, Yatino membutuhkan 10 kg ayam potong sayur.

Baca juga : Masyarakat Semarang Diminta Ikut Kendalikan Harga

Soal kenaikan harga, ia menjelaskan ayam crispy yang ia jual rata-rata naik Rp500. “Mau jual malah nanti pelanggan pergi. Kalau tidak dinaikkan nanti juga merugi. Kenaikan harga ini juga keuntungan mepet,” katanya.

Terkait kenaikan harga daging ayam tersebut, Yatino tak mengetahui penyebabnya. “Ini juga tidak ada Lebaran kok bisa harganya setinggi ini. Harapan saya ya segera diturunkan. Seperti kami sebagai pedagang kaki lima itu dengan harga semahal itu terlalu tinggi. Serbarepot,” tutur dia.

Lain halnya dengan pedagang ayam crispy di sekitar Pasar Tiga Lantai Klaten. Salah satu penjual, Hendri, 19, mengatakan meski harga daging ayam potong melejit, ia tetap tak mengurangi jumlah ayam yang dijual serta tidak menaikkan harga.

“Dari juragannya sudah seperti itu. Tidak ada kenaikan harga atau mengurangi jumlah ayam potong. Biasanya per hari habis 200 potong daging ayam,” katanya.

Sementara itu, harga daging ayam potong di Pasar Tiga Lantai Klaten stabil tinggi Rp40.000/kg sejak Minggu (22/7/2018). Salah satu pedagang daging ayam potong, Hesti, 53, mengatakan sebelumnya harga daging ayam sayur potong sekitar Rp35.000-36.000/kg.

Namun, sejak Minggu harga itu meningkat menjadi Rp40.000/kg. “Karena memang tidak ada barangnya. Kalau yang saya jual tetap setiap hari itu sektiar setengah kuintal,” katanya.

Pedagang daging ayam lainnya, Ny. Slamet, mengatakan naiknya harga daging ayam potong membuat penjualan menurun. Ia biasa menjual hingga 100 kg daging ayam potong. “Ini ya separuhnya saja yang terjual. Biasanya yang beli itu pedagang kuliner,” katanya. (sps/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*