JoSS, JOGJA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan telah terjadi gempa sebesar 5,8 pada skala Richter yang terjadi di Yogyakarta pada Rabu (29/8) dini hari pukul 01.36 WIB.
Dari keterangan tertulis di akun resmi twitter @infoBMKG memberitahukan Gempa tersebut berlokasi di 8.97 LS dan 110.23 BT serta 112 kilometer barat daya Gunung Kidul, Yogyakarta. Gempa itu sendiri dilaporkan terjadi di kedalaman 10 kilometer.
Dalam keterangan resmi tersebut, BMKG juga menyebut gempa tersebut tidak berpotensi terjadi tsunami.
Guncangan gempa dini hari ini membuat masyarakat Yogyakarta terbangun dari tidurnya. Salah satunya adalah Anggita Putri warga Banguntapan Bantul. Ia mengatakan goyangan gempa sangat terasa karena ia tidur di tempat tidur kayu atau dipan. Suaminya pun ikut terbangun akibat gempa tersebut.
“Saya langsung terbangun begitu merasa gempa. Agak trauma juga karena rasanya seperti gempa besar pada 2006 silam,” ungkapnya melalui akun media social.
Di linimasa Twitter, warganet ramai mengungkapkan keadaannya usai gempa melanda Yogyakarta. Kicauan dari akun @infoBMKG dibalas warganet dari berbagai daerah tak hanya dari Yogyakarta saja. Dari kicauan pengguna Twitter, mereka yang tinggal di Kebumen, Wonogiri, Cilacap, Purbalingga, Pacitan, hingga Ponorogo juga ikut merasakan gempa tersebut.
Sejumlah warga Yogyakarta melaporkan merasakan gempa tersebut. Mereka bahkan terbangun dari tidur akibat guncangan yang disebut cukup keras terasa. Beberapa memposting kepanikan warga melalui akun media sosial.
Baca juga : Pengusaha Truk Mendesak Percepatan Pembangunan Tol Akses Pelabuhan
Warga Sleman melaporkan, terjadi goncangan yang lumayan keras pada Rabu dini hari tersebut, mereka mendengan jendela berderak-derak dan lampu bergoyang. Goncangan cukup terasa apabila berada di lantai dua sebuah bangunan.
“Terasa cukup kencang di wilayah Sleman Utara (17 kilometer lereng selatan Merapi),” kata akun @iyan_sorobayan.
Sebagian masyarakat bahkan mengira Gunung Merapi kembali meletus. Akun @Syantana: saya kira Gunung Merapi meletus karena kerasa banget getarannya dan suara gemuruh.
Dari postingan warga tersebut, diketahui guncangan gempa dilaporkan juga terasa hingga di luar kawasan Yogyakarta, seperti Solo, Cilacap, hingga Tulungagung. “Kerasa banget di Solo,” kata akun @cummingnut.
Sementara itu warga Gunungkidul mengaku merasakan goyangan gempa yang cukup kuat di saat masyarakat tengah lelap tertidur pada, Rabu (29/8).
Seorang warga Karangmojo, Gunungkidul Rina mengaku merasakan goyangan gempa dua kali. “Gempa dua kali, lumayan (besar),” katanya.
Hingga saat ini belum diketahui dampak dari guncangan gempa tersebut, baik dalam bentuk kerugian materiil maupun korban jiwa. (lna)

Leave a Reply