BPD DIY Bidik Kredit Sindikasi Pembiayaan Proyek Infrastruktur Strategis

pembiayaan proyek
Ilustrasi Gedung Bank Pembangunan Daerah (BPD) DIY | Foto : google

JoSS, JOGJA – Bank Pembangunan Daerah (BPD) DIY makin menunjukkan keseriusannya dalam membidik pembiayaan proyek-proyek infrastruktur strategis, termasuk di antaranya pembangunan bandara, jalan tol, dan kampus-kampus besar di Indonesia.

Direktur Utama Bank BPD DIY Bambang Setiawan mengatakan komitmen perusahaan untuk menggarap infrastruktur tersebut telah dimulai dengan pembiayaan tahap pertama New Yogyakarta International Airport (NYIA) pada 2018 ini.

Selain itu, lanjutnya pihaknya juga tengah membidik sindikasi pembiayaan jalan tol, industri dan manufaktur yang berorientasi ekspor, pembangunan kampus, dan juga rumah sakit.

“Semua ini kami lakukan untuk mewujudkan Bank BPD DIY sebagai universal bank yang didukung dengan teknologi digital mumpuni,” katanya baru-baru ini seperti dikutip dari Harian Jogja.

Bambang menambahkan BPD DIY juga mulai menggarap potensi corporate dan commercial banking. Pengembangan-pengembangan yang dilakukan tersebut juga disokong dengan teknologi digital banking.

Baca juga : Pemda Diminta Optimalkan Sukuk Untuk Biayai Proyek Strategis

Khusus untuk sindikasi pendanaan proyek infrastuktur jalan tol, Bambang menyebut BPD DIY membidik proyek strategis seperti Jalan Tol Antasari-Depok dan juga Jogja-Solo yang saat ini lelangnya tengah dipersiapkan pemerintah.

Sedangkan untuk pembiayaan pembangunan kampus, Bambang menyebut telah ada dua hingga tiga kampus besar yang didanai BPD DIY. Belum lagi pembangunan tahap pertama NYIA yang telah dimulai dan ditargetkan akan dapat beroperasi mulai 2019 mendatang.

“Kami sudah mulai mendanai pembangunan tahap pertama ini. Sudah ada kesepahaman antara BPD DIY dengan AP I terkait proyek ini, kami akan saling dukung. Nanti saat mulai beroperasi awal tahun mendatang, kami akan hadir juga di bandara untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ucapnya.

Sebelumnya, BPD DIY terus berupaya memberikan kontribusinya terhadap pembangunan negeri ini khususnya dalam proyek pembangunan Tol Pemalang-Batang.

Kredit sindikasi Tol Pemalang-Batang ini digarap oleh PT Pemalang Batang Tol Road (PBTR). Pemberian kredit ditandai dengan penandatanganan perjanjian kredit sindikasi dilakukan bersama-sama dengan tujuh belas bank lainnya.

Sindikasi kredit tol ini merupakan pembiayaan kesekiankalinya yang dilakukan Bank BPD DIY untuk proyek mercusuar. Direktur Utama Bank BPD DIY, Bambang Setiawan mengatakan, Bank BPD DIY ikut mendanai proyek jalan Tol Pemalang-Batang, dengan Bank BNI sebagai Lead, Agen Fasilitas dan Agen Jaminan.

Baca juga : Uji Kelayakan Tol Batang-Pemalang Dilaksanakan Oktober

Dalam kredit sindikasi yang bernilai Rp3,22 triliun, jangka waktu 162 bulan ini Bank BPD DIY berpartisipasi sebesar Rp100 miliar yang dibiayai Bank BPD DIY Konvensional dan Bank BPD DIY Syariah.

Tol Pemalang-Batang merupakan bagian dari Jalan Tol Trans Jawa yang menghubungkan Kota Pemalang hingga Kota Batang sepanjang 39,2 kilometer (km). Tol ini salah satu kebijakan pemerintah dalam upaya percepatan pembangunan infrastruktur di pulau Jawa.

Pemberian kredit sindikasi tersebut merupakan wujud dukungan Bank BPD DIY dan perbankan nasional Indonesia terhadap pembangunan infrastruktur nasional, khususnya di pulau Jawa.

Diharapkan, dengan adanya infrastruktur yang memadai akan menggerakkan roda perekonomian baik secara nasional maupun di daerah. “Kalau roda perekonomian membaik tentu berdampak poisitif terhadap iklim bisnis perbankan secara umum,” ujarnya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*