Kudus Sumbang 7,08% Ekonomi Jateng, Lebih Tinggi Dari Pati dan Jepara

Ilustrasi penyumbang ekonomi. (Foto: Istimewa)

JOSS.CO.ID, Semarang – Kabupaten Kudus memberikan kontribusi sebesar 7,08 persen terhadap pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah. Perencana Madya Bappeda Jateng, Suharyo Joko Purnomo, menyampaikan bahwa angka ini cukup tinggi dibandingkan Kabupaten Pati yang hanya 3,29 persen dan Jepara sebesar 2,24 persen.

“Pertumbuhan ekonomi Jateng pada triwulan IV tahun 2024 mencapai 4,95 persen, tertinggi di antara provinsi besar di Pulau Jawa,” kata Suharyo dalam saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Kudus Tahun 2026, di Pendopo Kudus, Selasa (18/03/2025).

Namun, pertumbuhan ekonomi Kudus pada triwulan II 2024 justru menjadi yang terendah di antara kabupaten sekitarnya, hanya mencapai 4,47 persen. Sebagai perbandingan, Kabupaten Pati tumbuh 5,79 persen dan Jepara 4,78 persen.

Meski begitu, tingkat pengangguran terbuka (TPT) Kudus pada 2024 turun menjadi 3,19 persen, yang masih lebih baik dibandingkan wilayah Jepara dan Pati. Kudus juga memiliki jumlah penduduk miskin paling sedikit, yakni 65.690 jiwa atau 7,23 persen.

Untuk mendorong pembangunan daerah, Kudus diarahkan untuk memperkuat kerja sama dengan Jepara, Pati, dan Juwana, serta meningkatkan pengelolaan industri tembakau, pertanian, perikanan, dan kehutanan dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan.

Selain itu, penanganan bencana banjir, tanah longsor, serta pengendalian alih fungsi lahan pertanian juga menjadi perhatian utama.

Sementara itu, Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, menegaskan bahwa berbagai masukan dalam Musrenbang akan diprioritaskan sesuai dengan anggaran Rp2,4 triliun yang tersedia.

“Kami fokus pada pengelolaan sampah, infrastruktur, ketahanan pangan, pendidikan, dan sosial,” katanya.

Ia juga menargetkan peningkatan kinerja daerah agar bisa mendapatkan Dana Insentif Daerah (DID) dari pemerintah pusat, serta mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk mendukung pembangunan lima tahun ke depan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*