Tim PKM PM UNS Buka Peluang Bisnis Berkelanjutan Limbah Kulit Kerbau di Dusun Butuh

Ilustrasi Bisnis Wayang Kulit Kerbau
Ilustrasi Wayang Kulit (Satrio Ramadhan/Studio Indonesia)

JoSS, KLATEN – Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang Pengabdian Masyarakat dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, yang dikenal dengan nama “Semar Craft,” telah mengambil langkah inovatif untuk membuka peluang bisnis berkelanjutan melalui pemanfaatan limbah kulit kerbau.

Tim ini menjalankan program pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk memberdayakan dan membentuk ecopreneur (wirausaha berkelanjutan) dalam pengolahan limbah kulit kerbau melalui inovasi marketplace handicraft pada kelompok PKK di Dusun Butuh, Klaten.

Desa Wisata Sidowarno, tempat tim PKM PM UNS Semar Craft beraksi, memiliki daya tarik utama dalam bentuk seni wayang. Namun, masalah yang dihadapi adalah kebanyakan pengrajin wayang di desa ini adalah laki-laki, sementara banyak ibu rumah tangga yang tidak memiliki keterampilan khusus dalam kerajinan wayang. Selain itu, ada potongan-potongan kulit kerbau yang terbuang sia-sia oleh pengrajin wayang, yang berpotensi merusak lingkungan sekitar.

Tim mahasiswa dari UNS melihat peluang untuk mengatasi masalah ini dengan menciptakan sebuah program yang tidak hanya meningkatkan perekonomian keluarga melalui pengolahan limbah kulit kerbau tetapi juga melestarikan budaya kerajinan wayang. Melalui program ini, mereka berharap Dusun Butuh dapat lebih sejahtera, terutama bagi ibu-ibu PKK yang sebelumnya hanya mengurus rumah tangga tanpa penghasilan mandiri.

Baca Juga: UNS Surakarta Buka Penerimaan CPNS dan PPPK di Berbagai Bidang

“Melalui program ini, semoga Dusun Butuh dapat lebih sejahtera terutama ibu-ibu PKK yang awalnya hanyalah ibu rumah tangga dapat memiliki sumber penghasilan juga. Selain itu, harapannya juga melalui program ini dapat turut membantu menjaga lingkungan sekaligus melestarikan budaya yaitu kerajinan wayang,” ujar Mita selaku Ketua TIM PKM PM UNS Semar craft, Senin (2/10/2023).

Program kegiatan PKM PM UNS Semar Craft di Dusun Butuh telah berlangsung selama 3 bulan terakhir, dimulai dari bulan Juli. Rangkaian kegiatan yang dirancang oleh tim ini telah mendapat sambutan yang luar biasa dari ibu-ibu PKK Dusun Butuh, yang merasa terbantu dalam meningkatkan perekonomian keluarga mereka.

“Program kegiatan yang dibuat oleh tim PKM PM UNS sangat bermanfaat bagi ibu-ibu PKK untuk membantu meningkatkan perekonomian keluarga. Saya berharap program ini dapat terus berjalan dan semakin berkembang,” kata Dinem, salah satu anggota PKK Dusun Butuh.

Dengan langkah-langkah inovatif seperti ini, Tim PKM PM UNS Semar Craft membuktikan bahwa limbah kulit kerbau dapat menjadi peluang bisnis berkelanjutan yang bermanfaat bagi masyarakat lokal sambil tetap menjaga lingkungan dan warisan budaya yang berharga. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*