Harga Beras di Batang Merangkak Naik, Bulog  Gelontorkan 58 Ton Beras

Harga Beras Batang Naik
Dokumentasi Pemkab Batang

JoSS, BATANG – Kemarau panjang yang masih melanda di Kabupaten Batang berdampak pada mengeringnya sejumlah mata air, sehingga mempengaruhi pasokan beras di pasar tradisional. Sejumlah lahan mengalami gagal panen sehingga akibat kemarau panjang.

Salah satu pedagang beras, Rodhiyah mengatakan, tak bisa dielakkan lagi, terjadi kenaikan harga beras baik untuk kualitas premium maupun medium, rata-rata Rp1.000,00.

“Sebelum Kemarau harga beras untuk kualitas premium Rp12 ribu kini menjadi Rp13 ribu per kilogramnya. Dan Rp11 ribu per kilogramnya, untuk beras berkualitas medium,” terangnya, saat ditemui di kiosnya, Pasar Batang, Kabupaten Batang, Selasa (29/8/2023).

Kondisi tersebut terjadi sejak sepekan yang lalu, pasokan ke pasar-pasar tradisional berkurang, sehingga harga merangkak naik.

“Selain pengaruh kekeringan juga karena banyaknya beras yang didistribusikan ke luar kota karena mengalami hal serupa,” jelasnya, dikutip dari batangkab.go.id.

Ia mengakui, sebelum terjadi kemarau panjang, pasokan beras rutin hingga 1 ton. Namun sejak pekan lalu, pasokan mulai berkurang hingga 5 kwintal. Hal tersebut juga berpengaruh terhadap daya beli konsumen yang mengalami penurunan.

Baca Juga: Penjabat Bupati Batang Lani Minta Nestle Gandeng Peternak Sapi Lokal  

“Banyak yang mengeluh kok harganya mahal, akhirnya ada mengurangi jumlah belinya, ada yang nggak jadi,” ujar dia.

Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan puncak musim kemarau terjadi pada bulan Juli-Agustus 2023.

Sebelumnya pada Senin (27/8/2023), Perum Bulog Pekalongan menggelar operasi beras di 12 pasar tradisional di wilayah Eks Karesidenan Pekalongan, Jawa Tengah, meliputi Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Batang.

Penyaluran 58 ton beras sebagai upaya Stabilisasi Pasokan Harga Pangan (SPHP) seiring kenaikan harga beras di pasaran.

“Harga beras di lapangan naik. Upaya kita lakukan SPHP. Hari ini di 7 kota kabupaten di 12 pasar, sebanyak 58 ton beras,” kata Kepala Bulog Cabang Pekalongan Ramadin Ruding saat operasi di Pasar Martoloyo Kota Tegal, Senin (27/8/2023).

Ramadin mengatakan, harga beli pedagang dari Bulog seharga Rp 8.600 per kilogram. Sementara pedagang hanya boleh menjual Rp 9.450 per kilogram.

 “Harga dari gudang sebenarnya Rp 8.300, namun karena diantar ada selisih Rp 300 untuk biaya angkut. Dan pedagang diperbolehkan menjual Rp 9.450 tidak boleh lebih,” kata Ramadin.

Ramadin mengatakan, ada sejumlah faktor yang mempengaruhi kenaikan harga beras di pasaran. Salah satunya karena kurangnya pasokan.

“Secara hukum pasar, jika pasokan kurang maka harga naik. Kemudian kedua, areal panen luasan semakin menipis di tengah permintaan pasar yang tinggi maka jelas harga naik. Untuk itu kita lakukan SPHP,” kata Ramadin.

Ramadin mengatakan, SPHP akan terus dilaksanakan hingga harga beras di pasaran kembali stabil. “SPHP ini tidak ada batasan waktu. Ketika harga beras masih tinggi maka dilakukan PSHP,” kata Ramadin.

Ramadin mengatakan, saat ini pasokan beras di gudang Bulog hingga mencapai 28.000 ton. Jumlah itu cukup untuk memenuhi kebutuhan pasar hingga beberapa bulan mendatang.  (lna)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*