
JoSS, JAKARTA – Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan mengatakan pemerintah tengah menyiapkan tiga strategi dalam mempercepat transisi pandemi menjadi endemi tersebut. Adapun kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM)dilanjutkan hingga 13 September 2021.
Dia menuturkan tiga strategi tersebut adalah pemerataan vaksinasi secara cepat; testing, tracing, dan treatment (3T) yang masif; serta disiplin menerapkan protokol kesehatan. Luhut menambahkan sistem pedulilindungi yang digunakan saat ini akan menjadi integrator utama dari tiga strategi tersebut.
“Bapak Presiden dalam rapat kabinet terbatas tadi siang menekankan bahwa Covid-19 tidak akan hilang dalam waktu yang singkat dan kita perlu menyiapkan diri untuk hidup bersama Covid-19 karena akan berubah dari pandemi menjadi endemi,” katanya dalam konferensi pers, Senin (6/9/2021).
Untuk itu, Luhut terus mengimbau masyarakat untuk disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan dan menggunakan aplikasi pedulilindungi guna mendukung strategi pemerintah dalam mengendalikan penyebaran Covid-19.
Adapun PPKM di Pulau Jawa-Bali yang berakhir Senin (6/9/2021) dilanjutkan sejak Selasa (7/9/2021) hingga 13 September 2021. Dia menjelaskan selama sepekan terakhir, tren kasus Covid-19 cenderung menurun.
Baca juga: Prediksi Covid-19 Jadi Endemi di 2022, Wiku: Bukan Berarti Virus Hilang
Perinciannya, berdasarkan catatan Worldometers.info, jumlah kasus positif Virus Corona di Indonesia dalam tujuh hari terakhir. Jika dibandingkan dengan total tambahan kasus positif Covid-19 dalam sepekan sebelumnya 94,375 kasus.
Artinya, dalam sepekan terakhir terjadi penurunan kasus positif Covid-19 di Indonesia sebesar – 42 persen. Worldometers juga mencatat jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia dalam sepekan terakhir 199 per 1 juta penduduk.
Selain itu, kasus kematian akibat Covid-19 juga menurun. Pada pekan lalu, jumlah orang yang meninggal 4.239 kasus, pada pekan ini 3.370 orang. Namun, pasien Covid-19 yang sembuh sepekan ini berkurang. Pekan lalu, Satgas Penanggulangan Covid-19, mencatat ada 137.552 kasus.
Luhut menuturkan situasi pandemi Covid-19 di Jawa-Bali terus mengalami perbaikan. “Hal ini ditandai dengan semakin sedikitnya kota/kabupaten yang berada di level 4. Per 5 September 2021 hanya 11 Kabupaten/kota di Jawa-Bali yang ada pada level 4 dari sebelumnya 25,” katanya.
Peningkatan yang signifikan ini, kata Luhut, terjadi pada level 2 dimana jumlah kota/kabupaten yang masuk didalamnya sebanyak 43 dari sebelumnya 27 kabupaten/kota. “Daerah Istimewa Yogyakarta berhasil turun ke level 3, sementara Bali kami perkirakan butuh waktu 1 minggu lagi untuk turun ke level 3 dari level 4,” katanya.
Lebih lanjut, Menko meminta capaian baik ini tidak dirayakan dengan euforia berlebihan karena kelengahan sekecil apapun bisa menyebabkan kasus terkonfirmasi kembali melonjak. (lna)

Leave a Reply