Prediksi Covid-19 Jadi Endemi di 2022, Wiku: Bukan Berarti Virus Hilang

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito (Foto: covid19.go.id)

JoSS, JAKARTA – Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito angkat bicara mengenai prediksi Covid-19 akan menjadi penyakit endemi pada tahun 2022. Wiku mengatakan endemi merupakan situasi kasus atau penyakit tersebut sudah lebih terkendali.

Menurutnya tanda pandemi Covid-19 berubah menjadi endemi, salah satunya kekebalan masyarakat terhadap virus Corona meningkat. Kekebalan ini pun diperoleh dari ketercapaian vaksinasi Covid-19 yang menyasar 70 persen populasi penduduk suatu negara

Bahwa 89 persen di antaranya sepakat, virus Corona atau Covid-19 akan tetap hidup bersama dengan kita sebagai sebuah endemi.

“Namun, bukan berarti virusnya hilang sepenuhnya. Hal-hal yang dapat mengindikasikannya bahwa pandemi bertransisi menjadi endemi, jika kekebalan masyarakat meningkat terhadap virus seiring dengan akselerasi vaksinasi maupun infeksi alamiah sehingga angka perawatan dan kematian pun menurun,” kata Wiku dalam YouTube BNPB, Kamis (19/8/2021).

Lanjut Wiku, kondisi endemi dapat tercapai melalui kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang dilaksanakan saat ini. Selain itu, kondisi dapat terkendali dengan pendisiplinan masyarakat terkait pelaksanaan protokol kesehatan.

Baca juga: Indonesia Miliki 261 Juta Dosis Vaksin Covid-19, Target 100 Juta Suntikan Digenjot

“Diharapkan kondisi tersebut segera tercapai dengan syarat kolaborasi pemerintah dan masyarakat harus bisa menyukseskan kebijakan yang telah ada, agar efektif dan signifikan hasilnya,” jelas dia.

Sementara itu, Indonesia kedatangan vaksin Covid-19 tahap ke-38 dengan jumlah 1.560.780 dosis vaksin Pfizer produksi Amerika Serikat, Kamis (19/8/2021). Adapun vaksin tiba di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten.

“Pemerintah juga telah melakukan pembelian 1.560.780 dosis vaksin Pfizer yang telah tiba tadi siang,” kata Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi seperti yang ditayangkan di Youtube Sekretariat Presiden, Kamis sore.

Adapun ini merupakan penerimaan perdana vaksin Pfizer di Indonesia. Selain itu, kata Retno, Indonesia juga akan kedatangan 450.200 dosis vaksin AstraZeneca hasil kerja sama dose sharing dengan pemerintah Belanda pada Kamis malam.

“Kedatangan vaksin Astrazeneca adalah pengiriman tahap pertama dari komitmen pemerintah Belanda untuk memberikan dukungan 30.200.000 (dosis) vaksin bagi Indonesia melalui mekanisme kerja sama bilateral,” jelasnya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*