Vaksinasi Pelajar di Jogja 83%, Aspek Epidemiologi Masih Menjadi Pertimbangan

Ilustrasi (Foto: radioedukasi.kemdikbud.go.id)

JoSS, JOGJA – Jumlah pelajar yang sudah divaksin mulai jenjang SD/Madrasah sampai SMK/SMA juga pondok pesantren mencapai 83% dari total 58.000 yang wajib divaksin. Meski demikian, pembelajaran tatap muka (PTM) belum diterapkan karena aspek epidemiologi.

Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Jogja Heroe Poerwadi mengatakan  sebanyak 83 persen pelajar yang wajib vaksin sudah dilakukan penyuntikan, demikian juga para guru dan karyawan sudah divaksin.

Selain itu sekolah siap dengan fasilitas dan metodenya, namun menurutnya untuk pembelajaran tatap muka belum dijadwalkan karena masih menunggu aspek epidemiologi Covid-19.

“Dari jumlah pelajar yang wajib vaksin, mulai jenjang SD/Madrasah sampai SMK/SMA juga pondok pesantren totalnya 58.000 siswa, sebanyak 83 persen sudah divaksinasi. PTM masih belum direncanakan ataupun dijadwalkan,” katanya, seperti dilansir dari tempo.co.

Heroe menjelaskan, aspek epidemologi yang dimaksud adalah kajian dan rekomendasi kesehatan atas potensi terjadinya lonjakan penularan lagi. Yogyakarta mewanti-wanti kejadian Juni-Juli di mana kasus harian di DIY 2.000 kasus lebih dalam sehari tiba tiba terjadi di tengah proses pembelajaran tatap muka berlangsung.

“Kami masih mewaspadai varian Delta yang penularannya sangat cepat dan tak terduga itu. Antisipasi kami pada varian itu, jelas berbeda dengan antisipasi yang sudah dilakukan pada varian virus sebelumnya,” kata Heroe.

Menurut Heroe, dari vaksinasi pelajar sendiri capaian 83 persen itu masih diwarnai berbagai kendala juga di lapangan. “Masih banyak pelajar berada di luar kota atau di kampung halamannya, dan ada pula pelajar yang belum bisa divaksin karena tidak mendapat izin dari orang tuanya,” ujar Heroe.

Baca juga: Optimis Turun Level PPKM, Objek Wisata di Jogja Bersiap

Dari jumlah warga dengan kartu penduduk (KTP) Kota Yogyakarta yang sebanyak 414 ribu jiwa, yang wajib vaksin Covid-19 sebenarnya sebanyak 312 ribu jiwa. Namun sampai saat ini warga yang sudah di vaksin oleh Pemerintah Kota Yogyakarta sudah 485 ribu. Artinya, capaian vaksin itu sudah 154 persen dari target.

Dari 485 ribu warga yang sudah divaksin Tim Percepatan Vaksinasi Pemkot Yogyakarta itu, terbagi 64 persen ber-KTP non Kota Yogya, namun kesehariannya beraktivitas di Kota Yogyakarta dan 36 persen ber-KTP Yogya

Mereka yang ber-KTP luar Kota Yogya namun masih dalam wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) itu dari Kabupaten Sleman 50 persen, Bantul 34 persen, Gunungkidul 6 persen, dan Kulonprogo lima persen. Sedangkan yang ber KTP luar DIY sebanyak 2.6 persen.

Kecepatan vaksinasi di Kota Yogyakarta pun, ujar Heroe, sudah ditingkatkan dari semula 2.300 vaksin per hari atau 14.000 vaksin per minggu menjadi 10 ribu per hari atau 50-70 ribu per minggu mulai Agustus lalu. “Kecepatan melakukan vaksinasi kami termasuk yang tertinggi di Indonesia,” kata Heroe.

Vaksinasi itu digencarkan melalui 18 puskesmas, 14 rumah sakit, dua klinik, serta empat sentra vaksinasi di wilayah kampung dan kelurahan. “Saat ini kami masih melakukan penyisiran lewat rukun tetangga untuk mendata warga yang belum divaksin,” kata Heroe yang pekan ini masih menargetkan vaksinasi warga usia 12 tahun ke atas, difabel, dan lanjut usia itu.

Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY mencatat sepekan terakhir kasus di Yogyakarta memang terus mengalami tren penurunan. Pada Sabtu, Yogyakarta mencatat kasus Covid-19 terendah kembali, namun kematian masih tinggi di atas 20 kasus. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*