
JoSS, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan biaya vaksin gotong royong dipatok Rp500 ribu per dosis. Artinya, dana yang dibutuhkan sebesar Rp1 juta per orang, karena masing-masing harus mendapatkan dua dosis vaksin covid-19.
“Harga vaksin Rp375 ribu per dosis dan penyuntikkan Rp125 ribu, total Rp500 ribu,” ujar Airlangga dalam konferensi pers secara virtual, Senin (10/7).
Saat ini, pemerintah telah menyiapkan 500 ribu dosis vaksin Sinopharm dari kontrak 7,5 juta. Selain Sinopharm, sambung Airlangga, vaksin gotong royong juga akan menggunakan vaksin merek Cansino yang dipersiakan hingga 5 juta dosis.
“Tentu vaksin gotong royong ini diharapkan bisa dilaksanakan nanti akhir bulan Mei ini,” ujarnya, dilansir dari CNNIndonesia.
Sebelumnya, Ketua Kadin Indonesia Rosan Roeslani sasaran utama vaksin Gotong Royong ini adalah para pelaku UMKM, dan juga para pekerja padat karya di daerah sebaran virus corona tinggi atau zona merah.
“Kami berikan kepada kombinasi antara UMKM yang mendaftar melalui kadin dan perusahaan-perusahaan,” kata Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Roeslani dalam tayangan video yang disiarkan CNNIndonesia TV, Rabu lalu.
Baca juga: Waspada! Jumlah Kasus dan Angka Kematian Akibat Covid-19 Alami Tren Naik
Sementara itu, Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga mengatakan industri yang akan diprioritaskan untuk menyelenggarakan vaksinasi gotong royong adalah padat karya. Salah satunya adalah manufaktur dan tekstil.
“Mereka nanti yang menerima adalah buruh-buruh perusahaan padat karya, dalam hal ini manufaktur, tekstil. Ini prioritas pertama divaksin dalam program vaksinasi gotong royong,” ungkap Arya dalam Dialog Indonesia Siap Vaksin Gotong Royong, Kamis (6/5/2021).
Nantinya, perusahaan swasta yang akan menanggung seluruh biaya vaksinasi. Artinya, mulai dari pengadaan sampai proses penyuntikan menjadi tanggung jawab perusahaan. “Buruh gratis, tidak boleh ada biaya yang dibebankan ke karyawan,” jelas Arya.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia Shinta Widjaja Kamdani mengatakan perusahaan yang berada di zona merah juga akan diutamakan untuk menyelenggarakan vaksin gotong royong. Hal ini untuk mengantisipasi penularan covid-19.
“Daerah Jabodetabek. Awalnya akan dilakukan di industri manufaktur, mereka padat karya, banyak pekerjanya,” kata Shinta.
Ia menyatakan jumlah perusahaan yang mendaftar hingga akhir Maret 2021 mencapai lebih dari 17 ribu. Jumlah pesertanya sendiri mencapai 8,6 juta orang. “Ini nanti ada giliran semua, tapi harus sabar. Kami berharap semua bisa dapat,” jelas Shinta. (lna)

Leave a Reply