
JoSS, JAKARTA – Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat meminta masyarakat mewaspadai peningkatan sejumlah indikator sebaran Covid-19, dengan meningkatkan disiplin menjalankan protokol kesehatan dan menghindari kerumunan.
“Menjelang Idul Fitri sejumlah indikator penyebaran Covid-19 mengalami peningkatan. Kondisi ini harus disikapi dengan serius oleh para pemangku kepentingan dan masyarakat,” katanya dalam keterangan tertulisnya, Jumat (30/4).
Data Satgas Penanganan COVID-19 mencatat tren kematian yang turun cukup konsisten sejak akhir Januari 2021 hingga awal Maret 2021, sampai di bawah 100 orang per hari di awal April 2021. Namun, ujar Lestari, pada Kamis (29/4) lonjakan angka kematian mencapai 218 orang.
Selain itu, tambah Rerie, sapaan akrab Lestari, tren penambahan kasus Covid-19 harian pun menghadirkan catatan warna kuning.
Tren penurunan kasus yang sudah berlangsung sejak akhir Januari 2021 sampai akhir Maret 2021 terhenti. Tren kasus harian terlihat kembali menanjak dalam satu bulan terakhir.
Pada Kamis (29/4) dilaporkan ada 5.833 kasus baru. Padahal sepanjang pekan lalu penambahan kasus harian sebanyak 5.406 kasus per hari.
Sepekan sebelumnya antara 12-18 April 2021 tercatat 5.336 kasus per hari dan sepekan sebelumnya tercatat 4.677 kasus per hari.
Data Satgas Penanggulangan Covid-19 itu, ujar Rerie, memperlihatkan sejak awal April 2021 hingga akhir April 2021 tren peningkatan kasus positif Covid-19.
Menurut Rerie, kondisi sebaran Covid-19 itu harus dicermati semua pihak. Para pemangku kepentingan, tegasnya, harus memastikan bahwa kebijakan yang dibuat berjalan dengan baik dan tepat sasaran.
Kementerian Kesehatan jugameminta untuk mewaspadai potensi peningkatan kasus Covid-19. Pasalnya, ada peningkatan kasus kematian akibat Corona hingga 20 persen dalam sepekan terakhir.
Baca juga: Awas Kurva Kasus Covid-19 Nasional Kembali Naik, Jangan Sampai Seperti India
“Kita juga melihat walaupun kasus konfirmasi terlihat adanya secara rata-rata masih dalam batas normal, tetapi yang perlu dicatat ada peningkatan kasus kematian sebanyak 20 persen,” kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes Siti Nadia Tarmizi dalam konferensi pers secara daring, Jumat (30/4).
Dia menyebut tren peningkatan kasus meninggal ini terjadi di beberapa provinsi, yakni terjadi di Jawa Tengah, Riau, DKI Jakarta Kalimantan Timur, Bangka Belitung, Jawa Barat, Aceh, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, NTB Jambi, Papua Barat, Sumatera Utara, Bengkulu, Sulut, Lampung dan Nusa Tenggara Timur.
“Bila kita melihat seperti DKI Jakarta, jumlah kasus terlihat menurun tetapi kemudian kasus meninggalnya meningkat di DKI Jakarta ini,” Kata dia, yang juga menjabat Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 ini.
“Artinya menjadi kewaspadaan kita, jangan-jangan masyarakat lebih menjadi tidak sadar dengan gejala Covid-19, yang dialaminya sehingga menunda untuk mendapatkan pemeriksaan ke fasilitas pelayanan kesehatan,” jelasnya.
Tak hanya itu, saat ini kata Nadia jumlah pasien rawat inap pun berangsur-angsur mengalami peningkatan. Peningkatan bahkan mencapai 1,28 persen dalam kurun waktu tujuh hari ini.
“Begitu juga dengan rawat inap di Rumah Sakit terjadi peningkatan sebanyak 1,28 persen,” kata dia.
Nadia kembali mengingatkan, di beberapa negara Eropa dan India gelombang Covid-19 terus terjadi. Bahkan tak sedikit sejumlah negara di Eropa yang kembali menerapkan lockdown di negara mereka akibat kasus aktif Covid-19 yang terus meningkat.
Hal ini kata Nadia bisa jadi dipengaruhi oleh mobilitas yang tinggi antara warganya. Sehingga kata dia, untuk menghindari hal tersebut juga terjadi di Indonesia, maka pembatasan mobilitas perlu dilakukan.
“Untuk mencegah terjadinya lonjakan kasus dan termasuk mengatasi pembatasan penularan varian baru, maka perlu ada pembatasan mobilitas,” pungkasnya. (lna)

Leave a Reply