JoSS, WONOSARI – Pandemi Covid-19 tidak lantas membuat masyarakat takut bepergian ke tempat wisata. Nyatanya, Dinas Pariwisata Gunungkidul mencatat ada 97.245 wisatawan yang berkunjung ke destinasi wisata di Bumi Handyani.
Meski demikian, Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Hary Sukmono mengatakan jumlah itu belum sesuai target karena saat libur kali ini menargetkan kunjungan sebanyak 108.916 orang.
”Selama liburan berlangsung jumlah kunjungan wisata mencapai 97.245 orang. “Puncaknya terjadi pada Sabtu dan Minggu, dimana kunjungan mencapai lebih dari 39.000 orang per harinya,” kata Hary Senin (17/5/2021), seperti dilansir dari harianjogja.com.
Dia tidak menampik selama libur lebaran ada lonjakan kunjungan yang signfikan dibandingkan dengan libur hari biasa. Namun demikian, lonjakan tersebut belum memenuhi target yang ingin dicapai. Pasalnya, selama lebaran diharapkan ada kunjungan sebanyak 108.916 orang ke destinasi yang ada.
Baca juga: Tradisi Lomban di Jepara Digelar Terbatas, Semua Objek Wisata Ditutup
Hary pun mengaku tidak mempermasalahkan belum tercapainya target. Hal ini dikarenakan saat perencaan awal atau perhitungan estimasi kunjungan juga memasukan libur akhir pekan usai lebaran. “Libuar akhir pekan 22-23 Mei masih masuk hitungan. Kami optimistis dua hari libur itu bisa menutupi kekurangan target kunjungan selama lebaran,” katanya.
Ia menambahkan, selama liburan ini, pendapatan asli daerah dari sektor penarikan retribusi tiket masuk pariwasata bertambah sebesar Rp740.949.4000. Menurut Hary, destinasi pantai masih menjadi primadona karena kunjungan terpusat di kawasan ini.
“Memang pantai masih medominasi. Tapi untuk tujuan, sudah mulai menyebar karena kawasan Pantai Gesing mulai dilirik seiring adanya destinasi wisata baru di sana,” katanya.
Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Asti Wijayanti mengatakan, untuk persiapan libur lebaran menambah sebanyak 345 orang petugas. Jumlah ini merupakan gabungan dari lintas sektor mulai pegawai lingkup pemkab, TNI-Polri hingga anggota SAR Satlinmas dan pokdarwis. “Selain pengamanan juga untuk pengawasan penerapan protokol kesehatan di kawasan wisata,” katanya.
Menurut Asti, pelaksanaan liburan fokus pada penguatan dalam upaya penerapan protokol kesehatan di area wisata. Tujuannya agar tidak terjadi penularan virus di kawasan ini. “Kami juga menyediakan fasilitas cuci tangan untuk mendukung penerapan protokol,” katanya. (lna)

Leave a Reply