Masih Pandemi Covid-19, Warga Dilarang Hadiri Pemakaman Pangeran Philip

JoSS, LONDON – Keluarga kerajaan dan pemerintah Inggris meminta publik tidak berkumpul atau mengirimkan karangan bunga di kediaman kerajaan, terkait meninggalnya Pangeran Philip lantaran negara tersebut masih dalam pembatasan ketat Covid-19.

Pemakaman suami Ratu Elizabeth II itu akan berlangsung secara sederhana dan hanya akan dihadiri oleh 30 keluarga kerajaan di Kapel St George, Kastil Windsor, pada 17 April 2021 dan akan disiarkan secara langsung di televisi.

Dilansir dari AFP, meski digelar sederhana, pemakaman Pangeran Philip akan kental dengan tradisi kerajaan. The College of Arms, pihak penyelenggara seremonial Istana Inggris menyampaikan bahwa peti mati mendiang akan dibawa menggunakan Land Rover dari Kastil Windsor ke Kapel St.George.

Prosesi pemakaman akan dimulai pada pada 17 April pukul 14:45 waktu setempat. Selain itu, saat upacara pemakaman akan ada penghormatan senjata dan mengheningkan cipta secara nasional selama satu menit pada pukul 15.00 waktu setempat.

Upacara pemakaman akan didahului oleh mengheningkan cipta secara nasional selama satu menit.

Sementara itu, Istana Buckingham mengonfirmasi Pangeran Harry akan datang dalam pemakaman tersebut. Namun, Harry akan datang tanpa didampingi Meghan Markle.

Baca juga: Setelah Singapura dan Indonesia, Giliran Inggris Minta Warganya Tinggalkan Myanmar

Pasalnya, Markle sedang hamil sehingga disarankan untuk tidak bepergian dari Amerika Serikat dengan alasan medis.

Diberitakan sebelumnya, Pangeran Philip meninggal pada usia 99 tahun. Kabar itu disampaikan oleh Istana Kerajaan Inggris Buckingham pada Jumat (9/4).

“Dengan rasa sedih yang mendalam, Yang Mulia Ratu menyampaikan suami tercintanya, Yang Mulia Duke of Edinburgh Pangeran Philip meninggal dunia,” demikian isi pernyataan itu, dilansir dari CNNIndonesia.

Menurut keterangan itu, Pangeran Philip mengembuskan nafas terakhir di Kastil Windsor.

Pada Maret 2020 lalu, Pangeran Philip sempat dirawat akibat infeksi dan menjalani bedah jantung.Dia juga pernah terlibat kecelakaan jalan raya beberapa waktu lalu saat mengemudikan mobil seorang diri.

Pangeran Philip yang berdarah Yunani menikah dengan Ratu Elizabeth pada 1947. Dia berperan penting dalam modernisasi Kerajaan Inggris usai Perang Dunia II. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*