JoSS, JAKARTA – Bahlil Lahadalia resmi menjabat sebagai Menteri Investasi pada Rabu (28/4/2021). Jokowi melantik Bahlil sebagai Menteri Investasi usai mengubah nomenklatur Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menjadi Kementerian Investasi.
Pembentukan Kementerian Investasi telah mendapatkan persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI melalui rapat paripurna yang dipimpin langsung oleh Wakil DPR Sufmi Dasco pada Jumat (9/4) lalu.
Usai dilantik Bahlil memaparkan sejumlah target jangka pendek yang ingin dicapai dalam 100 hari pertama masa jabatannya. Target tersebut terbagi menjadi dua yakni internal dan eksternal.
Target internal yang dimaksud mulai dari konsolidasi organisasi, pembangunan Online System Submission (OSS) hingga upgrading kapasitas sumber daya manusia (SDM) Kementerian.
“Konsolidasi organisasi harus lakukan dalam 100 hari karena ada perubahan struktur. Kedua dari internal juga bagaimana kami menyelesaikan proses pembangunan OSS karena bulan Juni-Juli harus on going, ketiga karena ini terjadi peningkatan status maka konsolidasi dalam konteks SDM,” ujarnya dalam video conference, Rabu (28/4).
Sementara, terkait target eksternal, ia akan mengejar realisasi investasi tahun ini sebesar Rp900 triliun sesuai arahan Presiden Joko Widodo. Di samping itu, ia juga akan kembali membuka komunikasi dengan calon-calon investor besar seperti Tesla dan lain-lain.
“Kami lagi ada fokus untuk melakukan komunikasi termasuk Tesla, termasuk beberapa perusahaan lain yang mohon maaf kami tidak bisa sebutkan di sini,” ucapnya.
Meski tak bisa menyebutkan investor mana saja yang hampir mencapai kesepakatan menanamkan modalnya di Indonesia, Bahlil memastikan tahun ini akan ada sekitar dua hingga tiga investor baru yang akan masuk.
Baca juga: 3 Perusahaan Raksasa Mulai Berinvestasi di Grand Batang City KIT Batang
“Kalau sudah ada baru kami ngomong kalau masih 30-40 persen, mohon maaf karena ini menyangkut etika-etika jadi ini tidak bisa saya buka, tapi yakinlah pada tahun ini ada 2-3 barang baru yang saya akan sampaikan, pada waktunya saya akan sampaikan,” jelasnya.
Seperti diketahui, Bahlil baru saja dilantik menjadi Menteri Investasi di Istana Negara hari ini. Pelantikan tersebut dilakukan usai perubahan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menjadi Kementerian Investasi.
Pembentukan Kementerian Investasi telah mendapatkan persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI melalui rapat paripurna yang dipimpin langsung oleh Wakil DPR Sufmi Dasco pada Jumat (9/4) lalu.
Sementara itu, Presiden Jokowi berpesan agar proses perizinan investasi lancar, sehingga tak ada yang menahan seseorang untuk berinvestasi di Indonesia. Sebab, menahan investasi sama saja seperti menahan pertumbuhan ekonomi.
“Arahan Pak Presiden bahwa kalau menahan izin orang atau investor sama seperti menahan pertumbuhan ekonomi, sama seperti menahan lapangan pekerjaan,” ungkap Bahlil.
Selain itu, menahan izin investasi juga sama halnya dengan menahan sumber-sumber pendapatan negara. Lalu, ujung-ujungnya laporan indeks kemudahan berbisnis (ease of doing business index/EODB) di Indonesia tak ada kemajuan.
Kedua, Bahlil mendapatkan pesan dari Jokowi agar tak hanya fokus pada pengusaha besar, tapi juga pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Jokowi berpesan agar Kementerian Investasi mendorong kerja sama antara perusahaan besar dan UMKM. “Kawinkan pengusaha UMKM dan pengusaha besar, pengusaha daerah dan nasional,” imbuh Bahlil.
Menurutnya, cara seperti itu akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Pasalnya, kesejahteraan nantinya tak hanya berpusat di ibu kota atau di pengusaha besar, tapi juga mengalir ke pelaku UMKM dan pengusaha di daerah.
“Ini yang perlu kami lakukan bahwa penciptaan lapangan kerja, konstruksi pertumbuhan ekonomi itu kan konsumsinya 60 persen dan 30 persen sektor investasi, ini penting karena 16 jua orang harus disiapkan dengan investasi masuk,” pungkas Bahlil. (lna)

Leave a Reply