Realisasi Investasi di Jateng Pada Kuartal III, Lampaui Target 139%

Ilustrasi

JoSS, SEMARANG – Realisasi investasi di Jawa Tengah pada kuartal III/2020  sudah mencapai Rp37,53 triliun atau 139% dari target tang dipatok Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada tahun 2020 sebanyak Rp26,99 triliun.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jateng Ratna Kawuri mengatakan realisasi investasi di Jateng lampaui target, meski masih di kuartal III tahun ini.

“Di masa pandemi, realisasi investasi cenderung turun jika dibandingkan tahun lalu,” kata Ratna, seperti dilansir dari Bisnis.co,, Selasa (17/11/2020).

Meski menurun dibandingkan tahun lalu, pihaknya optimistis dengan kesiapan fasilitas dan kemudahan perizinan, investor akan tertarik tanamkan modal di Jateng. Selain prasarana, upah minimum provinsi (UMP) di Jateng juga termasuk kompetitif dibanding provinsi lain.

Menurutnya, Jawa Tengah, juga menawarkan kawasan-kawasan industri eksisting dengan fasilitas Kemudahan Investasi Langsung Konstruksi (KLIK).

Baca juga: Dalam 9 Bulan, Investasi di Batang Meroket Hingga Rp5,5 Triliun

Seperti Kawasan Industri Kendal yang telah ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus, Kawasan Industri Wijayakusuma, Kawasan Industri Bukit Semarang Baru (BSB), dan Tanjung Emas Export Processing Zones (TEPZ) di Kota Semarang serta Kawasan Industri Jatengland di Kabupaten Demak.

“Investasi yang banyak masuk di Jawa Tengah, di antaranya sektor kelistrikan, gas dan air, kemudian transportasi, pergudangan dan telekomunikasi, industri mineral bukan logam, serta industri tekstil, dan industri makanan,” jelasnya.

Dia menambahkan, untuk daerah yang menjadi pilihan utamanya yaitu di Kabupaten Tegal, Batang, dan Jepara.

“Kita ketahui infrastruktur di Jateng sudah lengkap, mulai dari akses tol, pelabuhan dan bandara sudah ada. Harapan kami para investor PMDN dan PMA tertarik. Terkait perizinan kami lakukan kemudahan berupa fasilitasi dan pendampingan,” katanya.

Adapun, sektor yang diminati oleh para investor di antaranya industri peralatan listrik rumah tangga, manufaktur sepeda, industri barang plastik, jasa pariwisata dan real estate. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*