
JoSS, JOGJA – Kabar duka datang dari lingkungan Kerato Yogyakarta. Adik kandung Raja Keraton Yogyakarta Sri Sultan HB X sekaligus Gubernur DIY, Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Hadiwinoto meninggal dunia, Rabu (31/03/2021).
Putera ketiga dari Sri Sultan HB IX dari istri KRA Widianingrum yang akrab dipanggil Gusti adi ini menghembuskan nafas terakhirnya di RSUP Dr Sardjito pukul 08.12 WIB pagi tadi setelah mengalami serangan jantung.
“Iya benar. Saya cuma dapat kabar dari Gusti Mangku (puteri sulung Sri Sultan HB X-red) tadi Gusti Hadiwinoto sedo (meninggal-red). Ini saya mau ngecek ke sana [Sardjito],” ungkap Sekda DIY, Baskara Aji di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Rabu (31/3/2021) siang, seperti dilansir dari Suara.com.
Menurut Aji, pihaknya belum mengetahui rencana pemakaman. Sebab sampai berita ini diturunkan, almarhum masih berada di RSUP Dr Sardjito.
Sementara Kabag Hukum dan Humas RSUP Dr Sardjito, Banu Hernawan mengiyakan meninggalnya Gusti Hadiwinoto. Jenazah akan dibawa ke rumah duka di Timoho. “Iya kena serangan jantung, jenazah masih di Sardjito,” imbuhnya.
Almarhum lahir di Yogyakarta, 9 Agustus 1948. Almarhum yang saat ini berusia 72 tahun ini menjabat sebagai Lurah Pangeran Kraton Yogyakarta Hadiningrat.
Baca juga: Djuyoto Suntani Meninggal Dunia, Dimakamkan di Mueum Gong Perdamaian Dunia di Jepara
Di dalam struktur Keraton Yogyakarta, Gusti Hadiwinoto menjabat sebagai Penghageng Kawedanan Hageng Punakawan Parastra Budaya dan Penghageng Tepas Panitikismo yang mengurusi tanah milik Karaton Yogyakarta.
“Gusti hadi itu piyantunnya sangat gentle, rendah hati, sangat dekat dengan kami. Lalu penguasaan di bidang beliau sangat mumpuni sehingga menjadi kamus bagi kami tentang informasi pertanahan khususnya tanah kasultanan. Tentu kami merasa sangat kehilangan,” kata Aji.
“Beliau sangat menguasai bidang ketugasannya dan itu juga menjadi kamus bagi kami tentang informasi pertanahan sehingga tentunya kami merasa sangat kehilangan karena untuk mencari sosok yang sama seperti beliau itu tidak mudah,” tambahnya.
Sekda menuturkan, dirinya belum mengetahui secara pasti sakit yang diderita oleh Gusti Hadi. Dia baru menerima kabar duka itu pada pukul 07.30 Wib pagi ini. Termasuk pula soal rencana pemakaman, sebab sampai saat ini internal Kraton disebut masih berkoordinasi terkait rencana pemakaman.
“Saya sudah menanyakan tapi belum, karena masih di rumah sakit ya posisinya,” ungkap dia.
Aji mengingat pertemuan terakhir kali dengan Gusti Hadi berlangsung pada pekan lalu. Saat itu pihaknya mengadakan rapat dan pembahasan soal tanah kasultanan, namun Aji tidak melihat tanda-tanda bahwa Gusti Hadi mengalami sakit atau kurang sehat.
“Saya tidak mendapat informasi kalau sampai sakit dan tengah dirawat karena saya juga tiga hari yang lalu baru rapat sama beliau soal tanah kasultanan. Rapatnya di kantor saya dan beliau masih terlihat sehat,” ucapnya. (lna)

Leave a Reply