Jelang Pelantikan Joe Biden, US Capitol Mirip Kamp Militer

Anggota Garda Nasional berkumpul di luar Gedung US Capitol (foto: armytimes.com)

JoSS, WASHINGTON DC – Pertama dalam sejarah Amerika Serikat, pelantikan presiden terpilih hasil pemilu 2020 Joe Biden tanpa perayaan. Pandemi COVID-19 dan kerusuhan US Capitol membuat suasana Washington menjelang pelantikan presiden Amerika baru bahkan mirip base kamp militer.

Tidak ada warga yang melakukan perayaan di pinggir jalan, tidak ada hiasan, tidak ada pelancong dari luar Washington untuk melihat presiden baru, Joe Biden. Pemandangan umum itu digantikan oleh kehadiran puluhan ribu personil Garda Nasional.

Sedikitnya 25 ribu personel militer itu diseleksi langsung oleh FBI, mereka bersiaga 24 jam penuh sejak beberapa hari terakhir di berbagai sudut kota Washington dengan konsentrasi terbesar di US Capitol. Maklum, gedung yang dua pekan lalu rusuh diserbu pendukung Donald Trump tersebut akan menjadi lokasi pelantikan Joe Biden sebagai Presiden Amerika ke-46. Amerika tak ingin peristiwa kerusuhan US Capitol terulang.

“Washington seperti kota hantu, namun diisi oleh tentara. Membuat bergidik, terasa tidak natural,” ujar warga Washington, Dana O’ Connor, sembari menyisiri pagar-pagar beton yang ditaruh untuk menjaga properti pemerintah seperti Gedung Putih, seperti dilansir dari Tempo.co.

Diketahui, pelantikan Presiden terpilih Joe Biden dan Wakil Presiden terpilih Kamala Harris berlangsung di tengah ancaman kekerasan dari grup pendukung Presiden Donald Trump dan pandemi Covid-19.

Kondisi krisis berlapis itu membuat situasi Ibu kota Amerika Serikat terasa mencekam bagi penduduknya, termasuk bagi warga asal Indonesia bernama Mega Valentina. Perempuan itu bermukim tidak jauh dari Gedung Capitol yang diserbu massa pendukung Trump pada 6 Januari lalu.

Baca juga: Jelang Pelantikan Biden, Jip Militer Garda Nasional AS Dicuri Dari Gudang Senjata

“Aku tinggal di daerah namanya Capitol Hill. Kebetulan daerah ini adalah tempat di mana US Capitol Building berada. Rumahku kurang lebih 800 meter dari gedung itu,” kata Mega melalui sambungan Zoom dari Washington DC.

Sedemikian dekatnya apartemen Mega dengan Gedung Capitol, dia bisa jelas mendengar dengungan sirine mobil-mobil polisi dan truk pemadam kebakaran di kawasan permukimannya saat gedung itu diserbu.

Setelah kejadian itu, Mega bertahan di apartemennya. Akibat jalan-jalan ditutup memesan kebutuhan pokok di supermarket secara online menjadi tantangan. Ia harus membuat pesanan sejak tiga hari sebelumnya serta mempertimbangkan barter kebutuhan pokok dengan sesama warga asal Indonesia lainnya.

Apalagi sejak Walikota Washington DC mengimbau warganya untuk tidak meninggalkan rumah dari 17 hingga 21 Januari, atau sehari setelah inagurasi.

Guna mengantisipasi perusuh, pagar-pagar setinggi empat meter didirikan mengelilingi Gedung Capitol dan tidak akan diturunkan selama 30 hari. Kini pagar-pagar itu pun telah dilengkapi kawat berduri.

Puluhan ribu personel Garda Nasional pun telah dikerahkan di Washington DC. Mobil-mobil lapis baja juga ditempatkan di berbagai jalan kota yang kini telah dibagi menjadi zona hijau dan zona merah. Banyak jalan ditutup sehingga menyulitkan warganya bepergian.

Suasananya jelas kontras apabila dibandingkan dengan kondisi menjelang pelantikan mantan Presiden Barack Obama. Di masa pelantikan mantan kompatriot Joe Biden itu, suasananya lebih meriah. Rekor pengunjung pelantikan terbanyak saja masih dipegang olehnya, kurang lebih 1,8 juta orang. Hal itu belum menghitung kondisi di jalanan saat parade digelar. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*