AS Mencekam, Pendemo Bersenjata Kepung Gedung-Gedung Negara Bagian Jelang Pelantikan Joe Biden

Anggota Michigan Boogaloo Bois sebuah kelompok anti-pemerintah berdiri dengan senjata panjang mereka di dekat Gedung Capitol di Lansing, Mich, pada 17 Januari 2021, selama protes nasional yang diserukan oleh kelompok anti-pemerintah dan kelompok sayap kanan yang mendukung Presiden Donald Trump dan klaimnya atas penipuan elektoral dalam pemilihan presiden 3 November (foto: sanduskyregister.com)

JoSS, WASHINGTON DC – Situasi di Amerika Serikat dikabarkan makin mencekam jelang pelantikan Presiden terpilih Joe Biden 20 Januari 2021. Kelompok-kelompok pengunjuk rasa bersenjata mengepung gedung-gedung pemerintahan di negara bagian.

Mengutip BBC International Senin (18/1/2021), ketegangan meningkat pasca kerusuhan mematikan di gedung kongres, The Capitol Hill, 6 Januari lalu. Boongalo Bois adalah salah satunya. Kelompok ini tertangkap kamera Associated Press (AP) wara wiri membawa senjata.

The New York Times melaporkan sekitar 25 anggota gerakan Boogaloo Bois termasuk di antara pengunjuk rasa bersenjata berat berkumpul di gedung negara bagian di Columbus, Ohio.

Meski begitu mereka mengaku berada di sana karena menuntut hak-hak penggunaan senjata, walau sebenarnya Boongaloo sudah terkenal sebagai kelompok ekstrims yang hendak menggulingkan pemerintahan AS.

Sementara itu di Michigan, sekitar dua lusin orang, beberapa membawa senapan, juga melakukan protes di luar gedung negara bagian di Lansing, saat polisi mengawasi. Sekelompok kecil yang sama terdiri dari sekitar selusin pengunjuk rasa dengan beberapa membawa senapan, berdiri di luar Texas Capitol di Austin.

Baca juga: Jelang Pelantikan Biden, Jip Militer Garda Nasional AS Dicuri Dari Gudang Senjata

Kelompok lain Cowboys for Trump juga telah bersumpah akan membawa senjata api saat Biden dilantik nanti. Ini adalah kelompok sayap kanan, yang mendukung Trump.

Namun tidak dilaporkan adanya bentrokan yang terjadi. Meski begitu lebih banyak protes serupa diperkirakan akan terjadi di Rabu esok, saat Biden benar-benar dilantik menggantikan Trump.

Banyak area di ibu kota AS, Washington D.C telah ditutup jelang pelatikan. National Mall, yang biasanya dipadati ribuan orang untuk peresmian, telah ditutup atas permintaan Secret Service.

Tim Biden telah meminta warga Amerika untuk menghindari perjalanan ke ibu kota negara untuk pelantikan karena pandemi Covid-19. Pejabat lokal mengatakan orang harus menonton acara dari jarak jauh.

Sementara itu, dikutip dari news.com.au ancaman perang saudara mengerikan juga dilancarkan kelompok sayap kanan Boongaloo.

“Ini adalah kesempatan terakhir kami untuk menghindari pemerintahan tirani atau perang saudara berdarah dan tidak ada gunanya di antara rakyat Amerika, yang tidak memiliki banyak hal untuk melawan satu sama lain dan memiliki lebih banyak kesamaan daripada yang mereka sadari,” kata seorang anggota Boogaloo yang tak menyebutkan identitasnya.

“Pesan kami kepada pemerintah adalah, kami datang dengan damai. Kami tidak berniat melakukan kekerasan, tapi saya mohon dengan berlinang air mata dan suara yang pecah, jika Anda terus menindas rakyat Amerika, mereka tidak akan rasional lagi,” demikian dilansir dari CNBCIndonesia.com.

Sebelumnya  beberapa took senjata di AS dilaporkan kewalahan melayani pembeli senjata yang meningkat drastis. Pakar keamanan senjata Stephen Gutowski memposting gambar tanda di luar toko lokalnya di negara bagian Virginia yang menunjukkan “tidak ada amunisi yang tersedia”. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*