Erupsi Merapi, Ratusan Warga Dari Tepian Kali Boyong Dievakuasi Ke Pengungsian

Aktivitas gunung merapi (Foto: instagram ifansky_photography)

JoSS, SLEMAN – Ratusan warga Turgo, Purwobinangun, Pakem, Sleman, diungsikan ke SD Sanjaya Tritis, Purwobinangun Pakem, Sleman, akibat letusan Gunung Merapi mengalami erupsi cukup besar pada Rabu (27/1/2021) siang.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman Joko Supriyanto meminta agar warga RT 3 dan RT 4 Dusun Turgo, Purwobinangun, Pakem, Sleman, untuk mengungsi ke SD Sanjaya Tritis untuk sementara waktu.

Warga yang diminta mengungsi adalah mereka yang bermukim di tepi Kali Boyong yang berada di sisi barat daya Gunung Merapi. Kali Boyong masuk dalam lima sungai yang terancam luncuran awan panas maupun lava pijar dengan potensi luncuran sejauh lima kilometer.

Berdasarkan catatan dari BPBD Kabupaten Sleman, warga RT 3 dan RT 4 dusun Turgo, Purwobinangun, Pakem, Sleman, yang mengungsi sendiri sekitar 150 orang.

Sementara itu, Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman Makwan mengatakan barak utama Purwobinangun kemudian, barak kelompok rentan, dan barak pengungsian yang ada di aula tempat relokasi Sudimoro siap ditempati oleh warga Turgo.

Berdasarkan catatan dari BPPTKG, Gunung Merapi sempat mengeluarkan awan panas guguran pada pukul 12.53 WIB dengan durasi selama 317,8 detik dan amplitudo sebesar 55 mm. Jarak luncuran sendiri sejauh 3 kilometer mengarah ke barat daya atau tepatnya ke Kali Krasak dan Kali Boyong.

Kemudian, pada pukul 13.32 WIB awan panas guguran kembali keluar dari Gunung Merapi dengan durasi 240 detik dan amplitudo sebesar 70 mm. Jarak luncuran sendiri sejauh dua kilometer mengarah ke barat daya atau tepatnya ke Kali Krasak dan Kali Boyong.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman menyiapkan dua barak pengungsian bagi warga Turgo, Purwobinangun, Pakem, Sleman. Tindakan itu dilakukan menyusul meningkatnya aktivitas vulkanis Gunung Merapi pada Rabu (27/1/2021).

Baca juga: Merapi Kian Aktif Mengeluarkan Awan Panas dan Lava Pijar, Sejumlah Daerah Hujan Abu

Joko mengatakan pihaknya menyiapkan barak Purwobinangun, Pakem, Sleman, dan barak Pandanpuro, Hargobinangun, Pakem, Sleman. Dua barak disiapkan bagi 150 warga Dusun Turgo, Purwobinangun, Pakem, Sleman untuk sementara waktu mengungsi.

“Kapasitas barak hanya 100 orang, lainnya ada lagi di barak Pandanpuro, Hargobinangun, Pakem, Sleman. Yang jelas saya siapakan dua barak, ini Purwobinangun dan Barak Pandanpuro,” ujar Joko Supriyanto saat diwawancarai di barak pengungsian Purwobinangun, Pakem, Sleman, Rabu (27/1/2021).

Dilansir dari Harianjogja.com, pengungsi sampai ke barak pengungsian Purwobinangun pada sekitar pukul 17.12 WIB, Rabu (27/1/2021). Pengungsi dibawa menggunakan kendaraan truk milik Basarnas, BPBD Kabupaten Sleman, Satpol-PP Kabupaten Sleman, Polisi, dan kendaraan pribadi milik pengungsi.

Lebih lanjut, berdasarkan catatan dari BPBD Kabupaten Sleman warga Turgo sendiri sebanyak 500 orang. Namun, tidak semua warga Turgo diungsikan. Pasalnya, tidak semua wilayah Turgo berpotensi terkena ancaman Gunung Merapi. Khususnya, permukiman yang berada di dekat Kali Boyong.

“Seluruh Dusun Turgo ada 500 orang, tapi kan tidak semua yang terkena potensi bahaya. Terutama yang RT 3 dam RT 4 dan sebagain RT lainnya yang ingin mengungsi juga boleh. Total untuk warga RT 3 dan RT 4 ada sekitar 150 orang. Pengungsi tidak hanya dari kelompok rentan. Kemungkinan akan ditambah RT 2 dan RT 1,” terangnya.

Kepala Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi Hanik Humaida, itu adalah aliran awan panas terbesar dengan durasi terpanjang Gunung Merapi sejak statusnya naik menjadi Siaga pada November tahun lalu

Meski begitu, Hanik bilang, tingkat kewaspadaan Merapi masih di level tertinggi kedua. Masyarakat harus menghindari zona bahaya dengan radius 5 km dari kawah gunung yang terletak di perbatasan Yogyakarta dan Jawa Tengah itu. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*