26.800 Dosis Vaksin Sinovac Tiba Di Jogja, Imunisasi Nakes Dimulai 14 Januari

Kotak vaksin covid-19 | Foto: tribratanews.polri.go.id

JoSS, JOGJA – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan HB X memastikan vaksin Sinovac tiba di Jogja Selasa (5/1/2021) sebanyak 26.800 dosis vaksin. Distribusai vaksin tahap pertama ini akan prioritaskan untuk tenaga kesehatan.

Sultan menjelaskan vaksinasi akan dilakukan dalam empat tahap, dengan tahap pertama untuk nakes sebanyak 26.624 vaksin, sementara untuk total vaksin yang diterima mencapai 2.605.179.

“Tapi masih ada yang belum terdata, untuk sementara ini sudah ada 25.340 yang terdata. Ini khusus nakes,” ujarnya, Senin (4/1/2020).

Adapun vaksinasi tahap kedua yakni sebanyak 555.290 vaksin Sinovac. Penerimanya adalah aparatur pelayanan publik. Dalam daftar juga turut tertera lanjut usia diatas 60 tahun. Dengan catatan setelah vaksin Sinovac dinyatakan aman bagi rentang usia tersebut.

Baca juga: BPOM Pastikan Vaksin Covid-19 Sinovac Tidak Mengandung Bahan Berbahaya

Tahapan ketiga akan datang sebanyak 995.353 dosis. Penerimanya adalah golongan kelompok rentan. Lalu untuk tahapan terakhir akan dikirimkan sebanyak 1.067.912 vaksin. Penerimanya adalah pelaku ekonomi esensial dan masyarakat secara umum.

Pelaksanaan vaksinasi tahap pertama ditargetkan dimulai pada 14 Januari mendatang. “Pelaksanaan imunisasi kami jadwalkan tanggal 14 Januari. Jadi Simbolis pelaksanaan imunisasi Covid-19. Jadi lainnya kami persiapan, dari tanggal 5 barang datang, persiapan langsung kami lakukan. Memang bertahap untuk imunisasinya. Menyesuaikan juga kesiapan tenaga medisnya,” katanya, dilansir dari harianjogja.

Untuk pelaksanaan vaksinasi, dibutuhkan sebanyak 1.313 vaksinator, dengan rincian 363 vaksinator dari puskesmas dan 950 vaksinator dari rumah sakit. Saat ini, DIY baru melatih sebanyak 331 vaksinator. Sebab itu, Pemda DIY akan lakukan pelatihan vaksinator dimulai pada 7 Januari mendatang.

Baca juga: Solo Terima 4.364 Dosis Vaksin, Prioritas Bagi Tenaga Kesehatan

Selama proses ini, pihaknya juga memberikan pelatihan vaksinasi. Tentunya agar memenuhi kompetensi yang berlaku. Proses pelatihan akan dimulai per 7 Januari untuk seluruh kabupaten dan kota.

“Baru 331 orang saja yang sudah dinyatakan memenuhi kompetensi. Untuk ini (vaksinasi) perlu ada kesiapan dimulai nanti tanggal 7 (Januari) dari pendidikan, pelatihan, dan sebagainya,” katanya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*