Meski Menang, Perolehan Suara Gibran-Teguh Jauh Di Bawah Target

Gibran Rakabuming Raka – Teguh Prakosa saat konferensi pers di Solo | Foto: instagram gibran_rakabuming2020

JoSS, SOLO – Pasangan Gibran Rakabuming Raka – Teguh Prakosa yang diusung oleh sejumlah partai politik besar seperti PAN, Partai Gerindra dan Partai Golkar, nyatanya gagal mencapai target perolehan suara pada Pilkada 2020. Meski demikian pasangan ini menang telak dengan peroleha suara sebanyak 86,45%.

Perolehan suara tersebut jauh di bawah target Tim Pemenangan yakni di atas 90 persen. Meski memperoleh angka cukup tinggi, persentase suara Gibran-Teguh pada Pilkada Solo 2020 belum mampu menggusur rekor Jokowi-Rudy pada Pilkada Solo 10 tahun lalu.

Ketika itu, Jokowi-Rudy yang diusung PDIP, PKS, dan PAN mendapatkan 248.243 suara dari total pemilik dalam daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 393.703 orang. Persentasenya mencapai 90,09 persen.

Sedangkan lawan Jokowi-Rudy, yaitu Edhy Wirabhumi-Supradi Kertamenawi mengantongi 27.306 suara atau 9,91 persen.

Berdasarkan hitung cepat Bawaslu Solo yang bersumber dari laporan pengawas TPS via server, pasangan Gibran-Teguh pada Pilkada Solo 2020, Rabu (9/12/2020), hanya mendapat 86,45 pesen suara.

Baca juga: Gibran Anak Jokowi Menang Telak Di Pilkada Solo

Pasangan itu unggul telak dengan memborong 224.502 dukungan pemilih. Sedangkan lawan mereka, Bagyo Wahyono-FX Supardjo (Bajo) dari jalur perseorangan meraup 13,55 persen suara atau 35.189 pemilih. Data dari Bawaslu Solo hingga pukul 20.45 WIB itu dari 1.228 TPS atau hanya kurang tiga TPS.

Kendati belum merupakan hasil rekapitulasi berjenjang perolehan suara oleh KPU Solo, hasil hitung cepat itu bisa jadi gambaran.

Sebelumnya Ketua DPC PDIP Solo, FX Hadi Rudyatmo dan Ketua Tim Pemenangan Pasangan Gibran-Teguh, Putut Gunawan, optimistis Gibran-Teguh bisa menang 92 persen suara. Alasannya, PDIP didukung banyak parpol peserta Pemilu 2019.

Sebelumnya Ketua DPD PSI Solo, Antonius Yogo Prabowo menengarai ada beberapa parpol pendukung pasangan Gibran-Teguh yang tak bergerak optimal di lapangan. Mereka hanya sekadar menggelar pertemuan formal internal.

“Ada beberapa parpol yang tidak pernah kami temui dalam pergerakan di lapangan. Jadi saya tidak yakin target 92 persen bisa tercapai. Prediksi kami pasangan Gibran-Teguh menang telak, tapi tidak sampai di angka 92 persen,” terang Yoga. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*