Potensi Sebabkan Kerumunan Warga, Hendi Ingatkan Pelaksanaan Qurban Terapkan Protokol Kesehatan

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi | Foto: joglosemarnews.com

JoSS, SEMARANG – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengeluarkan imbauan bagi pelaksana penyembelihan dan pembagian hewan qurban pada Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriyah, Jumat 31 Juli mendatang, untuk tetap menerapkan protokol kesehatan pencagahan penularan covid-19.

Pasalnya, pada momen tersebut berpotensi sebabkan kerumunan warga yang pada masa pandemi Covid-19 ini sangat beresiko terjadi penyebaran virus.

Sebelumnya Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, bersama pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Semarang, dan Juru Sembelih Halal (Juleha) Indonesia melakukan pelatihan penyembelihan hewan qurban, Sabtu (18/7/2020) lalu di aula SMP IT PAPB Semarang.

Dia menambahkan, kegiatan yang digelar selama dua hari tersebut, bertujuan untuk memberikan pengetahuan terkait hal-hal yang perlu diperhatikan di dalam proses penyembelihan hewan qurban di tengah pandemi Covid-19.

Hendi sapaan akrab Wali Kota mengatakan bahwa pelatihan ini diperlukan, agar kemudian hewan qurban yang halal menjadi haram karena salah dalam penyembelihannya.

“Saya berharap agar ini memberikan berkah, tidak hanya untuk sesama tetapi juga untuk seluruh warga Kota Semarang,” ujarnya.

Hendi juga mengingatkan dalam suasana pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, semua takmir masjid yang melakukan penyembelihan hewan qurban agar menerapkan protokol kesehatan, sebagai langkah antisipasi penyebaran virus tersebut.

Baca juga: KPU Kota Semarang Gandeng Gugus Tugas Covid-19 Dalam Pelaksanaan Pilkada 2020

Untuk itu dirinya mewanti-wanti agar saat kegiatan penyembelihan tidak terjadi kerumunan saat, baik saat menyembelih hewan qurban itu sendiri, maupun saat pembagian daging kurban.

“Mohon dijaga jangan sampai ada kerumunan, baik berdesak-desakan saat penyembelihan, atau saat pembagian daging qurban. Sehingga mohon maksimalkan peran karang taruna dalam pembagian atau pendistribusian daging hewan qurban. Atau gunakan sistem nomor urut. Misal, nomor 1-50 jam sekian, lalu 51-100 jam berikutnya,” tekan Hendi.

Di sisi lain, dirinya juga meminta kepada penyelenggara penyembelihan hewan qurban, untuk tidak menggunakan plastik sekali pakai dalam pembagian daging qurban, yang mana sudah dilakukan dalam pembagian daging qurban tahun lalu.

“Juga saya meminta untuk janga lupa mengganti plastik sekali pakai dengan bahan-bahan yang bisa terurai, seperti daun jati, besek, daun pisang, tali dari bamboo, atau bisa menggunakan bahan yang dapat dipakai ulang,” imbuhnya.

Sementara itu, sesuai aturan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM), Hendi mempersilahkan masyarakat untuk beribadah di tempat ibadah,  termasuk terkait penyelenggaraan Sholat Idul Adha. Namun dia meminta agar selalu menerapkan protokol kesehatan.

Maka Hendi berharap agar penyelenggaraan Sholat Idul Adha nantinya tidak hanya dilakukan di lapangan saja, tetapi dapat juga dilakukan di masjid, sehingga konsentrasi massa dapat terpecah.

“Harus ditegaskan ke setiap jemaah, wajib pakai masker, wajib jaga jarak, dan cuci tangan setelah berinteraksi dengan yang lain,” tegas Hendi, seperti dikutip dari Jagaberita.com. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*