Tiga Pedagang Positif Covid-19, Pasar Karangayu Ditutup Hingga Rabu Mendatang

Pasar Karang Ayu | Foto: google

JoSS, SEMARANG – Kepala UPTD Pasar Karangayu, Fajar Djoko Purwanto menyatakan Pasar Karangayu Kota Semarang ditutup selama tiga hari mulai Senin (8/6) hingga Rabu (10/6). Kebijakan itu dilakukan menyusul adanya tiga pedagang yang terkonfirmasi positif virus corona.

“Penutupan pasar Karangayu berlaku mulai tanggal 8 sampai 10 Juni 2020. Di tempat kami sudah terpapar virus COVID-19, sejumlah tiga pedagang semua. Otomatis tiga hari ke depan tidak ada kegiatan jual-beli di sana,” kata Fajar, seperti dikutip dari Detik.com.

Dia menambahkan Pasar Karangayu bakal kembali dibuka hari Kamis (11/6) dengan protokol kesehatan yang diperketat. Sanksi juga disiapkan bagi pedagang ataupun pembeli yang bandel.

“Mungkin untuk selanjutnya pasar dibuka mulai tanggal 11 (Juni). Mungkin ada sanksi tegas, apabila pedagang yang tidak pakai masker harus tutup, pengunjung yang tidak pakai masker langsung pulang,” tuturnya.

Untuk diketahui, dari data https://siagacorona.semarangkota.go.id jumlah kasus positif Corona di Kota Semarang hari ini ada 198 orang. Jika dibandingkan sehari sebelumnya 178 kasus Corona, maka ada penambahan 20 kasus.

Saat pembatasan kegiatan masyarakat (PKM) Kota Semarang jilid 2 memang digalakkan rapid test maupun swab di berbagai tempat. Sehingga banyak terdeteksi orang dengan Corona serta klaster-klaster baru.

Baca juga: Minimalkan Kontak Pasien, Apoteker di Semarang Layani Peresepan Online

Sebelumnya, Dinas Perdagangan Kota Semarang menutup operasional dan melakukan sterilisasi selama sepekan di Pasar Rejomulyo Lama atau biasa disebut Pasar Kobong  karena ada kasus Covid-19.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fravarta Sadman mengatakan, operasional Pasar Rejomulyo Lama ditutup selama 6 hari. Pasar Kobong tersebut sudah kembali dibuka sejak Jumat (29/5). Dia menerangkan, usai ditutup pihaknya bersama Dinas Kesehatan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang melakukan sterilisasi dengan penyemprotan disinfektan secara rutin.

“Sudah dibuka kembali sejak Jumat lalu. Kami rutin selalu penyemprotan disinfektan selama 6 hari, baik Dinas Perdagangan, Dinas Kesehatan, dan BPBD,” katanya, Senin (1/6).

Dia berharap pedagang maupun pembeli di pasar ikan segar itu disiplin menerapkan protokol kesehatan. Sehingga meminimalisir kasus penyebaran Covid-19. Pihaknya mewajibkan aktivitas transaksi di area tersebut para pedagang dan pembeli harus pakai masker. Sebelum memasuki pasar, dia juga meminta pembeli untuk mencuci tangan.

“Protokol kesehatan diikuti betul, wajib pakai amsker, jaga kebersihan diri, cuci tangangan dengan air mengalir. Kita tetap rutin lakukan penyemprotan disinfektan di pasar tersebut,” tegasnya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*