JoSS, SEMARANG – Klaster-klaster baru penyebaran Covid-19 di Semarang terus ditemukan menyusul makin intensifnya pemeriksaan yang dilakukan oleh Pemkot Semarang. Setelah Pasar Karangayu ditutup mulai Senin (8/6) giliran Pasar Mangkang ditutup mulai hari ini, Selasa (9/6).
Adapun untuk salah satu swalayan yang terbukti menjadi klaster baru penyebaran virus corona, Pemkot Semarang telah memerintahkan pemiliknya untuk ditutup sementara guna memutus rantai penyebaran COVID-19.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Abdul Hakam mengatakan di Pasar Mangkang ditemukan enam pedagang positif virus corona melalui tes swab yang juga dilakukan minggu lalu oleh Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kota Semarang.
“Di Pasar Mangkang Dinas Kesehatan melakukan tes swab kepada 50 pedagang. Dari pemeriksaan tersebut telah ditemukan enam pedagang positif virus corona,” tuturnya seperti dikutip dari IDNtimes.com.
Terkait hal itu dan sesuai arahan Dinas Perdagangan Kota Semarang, mulai Selasa (9/6) hingga Kamis (11/6) Pasar Mangkang akan ditutup untuk umum. Selama pasar tutup dilaksanakan penyemprotan disinfektan oleh Tim dari Kecamatan Ngaliyan dan Kelurahan Wonosari.
Tes swab massal sendiri masih terus secara masif dilakukan di Pasar Bulu, Pasar Kagok, Pasar Johar MAJT, dan Pasar Gayamsari pada Senin (8/6). Selain melakukan tes, Dinas Kesehatan melalui puskesmas juga mengimbau masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan COVID-19 di tempat-tempat umum.
Baca juga: Kasus Positif Covid-19 di Semarang Melejit, PKM Diperpanjang Hingga 21 Juni
“Minggu ini strategi kami adalah sosialisasi tempat umum seperti pasar, perkantoran yang produktif dan padat karyawan, perkantoran yang dimungkinkan masyarakat datang, toko ritel, dan tempat umum yang banyak orang nongkrong seperti kafe, restoran, warung,” jelas Hakam.
Dengan melihat tren kasus COVID-19 yang terus naik di Kota Semarang, Dinas Kesehatan menjamin bahwa fasilitas untuk menampung pasien positif virus corona saat ini masih mencukupi.
“Untuk pasien yang tidak ada gejala kami rawat di Rumah Dinas Wali Kota dan Balai Diklat Kota Semarang, sedangkan pasien yang memiliki gejala dirawat di rumah sakit di Kota Semarang,” tandasnya.
Sementara itu Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengungkapkan akan menutup salah satu swalayan di Kota Semarang. Hal itu dinyatakan karena ada kasus positif COVID-19 yang terkonfirmasi dari hasil swab test yang dilakukan di lokasi tersebut.
Meski belum menyebutkan secara detail swalayan yang dimaksud, namun Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi tersebut memastikan penutupan akan dilakukan pada Selasa (9/6). Bahkan dirinya menekankan jika pihak pengelola swalayan enggan melakukan penutupan, maka Pemerintah Kota Semarang akan mengambil tindakan untuk menutup paksa.
Hendi sendiri menegaskan menjaga komitmennya dalam memutus mata rantai COVID-19 di Kota Semarang, sehingga tidak ada alasan untuk condong ke pihak manapun dalam mengambil kebijakan.
“Ada satu swalayan yang akan kita tutup besok, saya belum bisa menyebutkan namanya, tapi dalam rapat tadi saya putuskan, kalau yang bersangkutan pengunjungnya ada positif, kemudian tidak mau menutup, besok segera tutup paksa. Saya sampaikan dalam rapat, jangan sampai kemudian pemikiran kok berat sebelah,” katanya, Senin (8/6). (lna)

Leave a Reply