
JoSS, WAHINGTON DC – Amerika Serikat merupakan negara yang paling terdampak virus corona dengan angka kematian tertinggi di dunia. Secara keseluruhan jumlah meninggal hingga Jumat (1/5) mencapai 63.856 orang. Dalam tiga hari terakhir secara berturut-turut jumlah korban jiwa lebih dari 2.000 orang per hari.
Berdasarkan data statistik Johns Hopkins University, tercatat 2.053 orang meninggal pada Kamis (30/4), setelah 2.502 kematian pada hari sebelumnya, dan 2.207 pada Selasa (28/4).
Secara keseluruhan, 63.856 orang meninggal dunia di Amerika Serikat karena penyakit akibat virus corona atau Covid-19. Worldometer mencatat 1.095.023 kasus Covid-19 di AS, 152.324 di antaranya sembuh per Jumat (1/5) waktu Indonesia.
Dilansir AFP, sejumlah ahli memprediksi jumlah kasus terinfeksi sebenarnya lebih banyak dari yang terlaporkan karena pemeriksaan dan tes corona di AS masih minim.
Meski kasus corona baru dan angka kematian di AS masih meningkat, pemerintahan Presiden Donald Trump tetap berencana melonggarkan sejumlah kebijakan pembatasan pergerakan.
Sejumlah negara bagian di AS, seperti Georgia, Texas, Missouri juga telah mulai membuka beberapa kegiatan bisnis.
Baca juga: Duh, Plasma Darah Pasien Sembuh Covid-19 Dijual Online
Donald Trump bahkan mengklaim memiliki bukti bahwa virus corona berasal dari laboratorium virologi China.
Dilansir Reuters, Jumat (1/5/2020), Trump pada Kamis (30/4) lalu mengaku sudah melihat bukti yang memberinya ‘tingkat kepercayaan yang tinggi’ jika virus mematikan itu berasal dari Institut Virologi Wuhan, China. Namun, Trump enggan membeberkan bukti yang dimilikinya.
“Aku tidak bisa memberitahumu itu. Saya tidak diizinkan memberi tahu Anda tentang itu,” kata Trump, dilansir dari CNNIndonesia.
Trump mengatakan bahwa ada kemungkinan China tidak dapat menghentikan penyebaran virus Corona atau membiarkannya menyebar. Dia menolak mengatakan apakah dia menganggap Presiden China Xi Jinping bertanggung jawab atas apa yang dia sebut sebagai informasi yang salah tentang kemunculan virus Corona.
Trump sebelumnya juga menuturkan, pemerintahannya telah berusaha untuk menentukan apakah virus Corona berasal dari laboratorium Wuhan.
Hal itu menyusul laporan media yang menyebut diduga virus itu telah disintesis secara buatan di laboratorium yang didukung negara China atau mungkin melarikan diri dari fasilitas seperti itu. (lna)

Leave a Reply