
JoSS, JAKARTA – Jumlah kasus orang yang positif terinfeksi virus corona di Indonesia sudah menembus batas psikologis 10 ribu, terhitung sampai Kamis (30/4/2020). Dalam laporan yang dipublikasikan, jumlah kasus positif corona tercatat 10.118 kasus dan terbanyak berada di wilayah DKI Jakarta sebanyak 4.175 kasus, disusul Jawa Barat 1.012 kasus, kemudian Jawa Timur 985 kasus dan posisi keempat Jawa Tengah dengan 724 kasus.
Kondisi ini tentu membuat semua pihak untuk lebih waspada dan berdisiplin menjaga interaksinya dengan tetap memperhatikan social distancing dan physical distancing. Perlu dipahami, jumlah kasus sebesar itu baru dijaring dari 94.599 spesimen yang diperiksa. Padahal satu orang yang dinyatakan positif setidaknya diperiksa dengan dua specimen, sehingga dikhawatirkan dengan makin banyaknya orang yang menjalani test, makin banyak pula jumlah kasus positif terinfeksi virus SARS CoV-2.
Sementara itu, jumlah korban yang meninggal dalam wabah Covid-19 ini per Kamis (30/4/2020) sudah mencapai 792 orang, sedangkan 1.552 orang dinyatakan sembuh dari infeksi virus ini. Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19, Achmad Yurianto, mengatakan mayoritas yang terinfeksi virus corona di Indonesia berada di rentang usia 30 tahun hingga 59 tahun.
Kelompok umur 30 – 59 tahun sebanyak 54 persen, disusul usia 60 – 79 tahun sebanyak 16 persen, dan rentang usia 15 -29 sebanyak 15 persn. “Untuk kelompok balita tercatat 0.6 persen, usia lanjut di atas 80 tahun sekitar 1 persen ” kata Yurianto di Jakarta, Kamis (30/4/2020).
Baca juga: Waspada, Ada 6 Gejala Baru Covid-19
Menurut Yurianto, merujuk data tersebut terlihat bahwa mayoritas yang terinfeksi virus corona adalah kelompok usia produktif. Kenapa begitu, diduga karena kelompok produktif mobilitasnya tinggi. Untungnya, kelompok usia produktif memiliki imunitas yang baik.
Dalam laporan yang disiarkan kemarin, saat ini terdapat orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 230.411 orang, sedangkan status pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 21.827 orang. Diungkapkan juga bahwa virus corona kini sudah menyebar di 310 kabupaten/kota yang ada di 34 provinsi di Indonesia.
Juru Bicara Pemerintah Khusus Penanganan Covid-19, achmad Yurianto, menyebutkan ada tiga daerah yang berpotensi menjadi episentrum baru Covid-19, yaitu Kota Semarang, Kota Surabaya dan Kota Makassar. Hal itu didasarkan atas tingginya kasus positif di tiga daerah itu.
Menanggapi hal itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, secara arif menanggapi hal itu dengan mengaitkan hal itu bisa terjadi kalau masyarakat Kota Semarang tidak bisa melakukan pengendalian, tidak bisa disiplin dan tidak bisa tertib. “Kalau masyarakat tidak disiplin, bukan tidak mungkin Kota Semarang akan benar-benar menjadi episentrum baru seperti yang diberitakan,” katanya. (wid)

Leave a Reply