[widget id="text-5"]

Direksi PT PLN Dirombak, Orang-Orang Sofyan Basir Tiada Lagi

Ilustrasi | Foto: merdeka.com

JoSS, JAKARTA – Direksi PLN secara diam-diam dirombak oleh Menteri BUMN Erick Tohir, dan orang-orang yang dibawa Sofyan Basir (Dirut lama) dari BRI hilang dari susunan direksi PT PLN (Perseror). Belum ada penjelasan resmi mengenai sebab-sebab dirombaknya susunan direksi PLN yang saat pandemi Covid-19 dianggap diributkan isu kenaikan tagihan yang tidak wajar.

Setelah Sofyan Basir diberhentikan, dan sempat diproses hukum karena dugaan korupsi, dua orang yang dibawa Sofyan dari BRI menjadi direktur di PLN, yakni Muhammad Ali (Direktur Human Capital Management) dan Sarwono Sudarto (Direktur Keuangan) dicopot dari posisinya. Sebelum menjabat Dirut PLN Sofyan diketahui menjadi Dirut Bank BRI, tempat dimana Ali dan Sarwono berkarir. Selain Ali dan Sarwono, direksi PLN yang ikut diganti adalah Sripeni Inten Cahyani (Direktur Pengadaan Strategis 1), Djoko Rahardjo Abu Manan (Direktur Pengadaan Strategis 2) serta Ahmad Rofiq sebagai Direktur Bisnis Regional Maluku, Papua dan Nusa Tenggara.

Adapun susunan direksi baru PT PLN adalah Zulkifli Zaini (Direktur Utama), Darmawan Prasodjo (Wakil Direktur Utama), Sinthya Roesly (Direktur Keuangan), Syofvi Felienty Roekman (Direktur Human Capital dan Management), Muhammad Ikbal Nur (Direktur Perencanaan Korporat), Bob Sarir (Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan), Rudy Hendra Prastowo (Direktur Energy Primer), Muhammad Ikhsan Asaad (Direktur Mega Project), Wiluyo Kusdwiharto (Direktur Bisnis Regional Sumatera Kalimantan), Syamsul Huda (Direktur Bisnis Regional Sulawesi, Maluku, Papua dan Nusa Tenggara) serta Haryanto WS (Direktur Bisnis Regional Jawa, Madura dan Bali).

Selain mengganti direksi, Menteri BUMN disebut juga mengubah beberapa nomenklatur jabatan. Yang berubah adalah penamaan Direktur Pengadaan Strategis 1 yang diubah menjadi Direktur Niaga dan Manajemen, kemudian Direktur Pengadaan Strategis 2 diubah menjadi Direktur Energi Primer.

Baca juga: PLN Berencana Menggratiskan Listrik Selama 6 Bulan Bagi Golongan Industri Kecil

Terjadinya perubahan susunan direksi dan penamaan jabatan di PLN dibenarkan Staf Ahli Kementerian BUMN Arya Sinulingga. Menurut Arya, perubahan itu sebagai upaya penyegaran organisasi.  “Jadi setelah kami tetapkan dirut dan wadirut kemarin, kemudian kami lihat evaluasi yang terjadi dan minta masukan dari Pak Dirut, maka dilakukan perubahan di organisasi, supaya lebih fokus dan penyegaran di orang-orangnya juga. Begitu,” kata Arya, Kamis (14/5/2020).

Arya tidak mau menanggapi pertanyaan lain, selain membenarkan adanya perubahan direksi dan nomenklaturnya. Yang pasti dengan perubahan tersebut dipastikan alumni BRI tidak ada lagi di jajaran direksi, meski diduga yang berada di level general manager dan manager masih ada.

Direksi yang diketahui alumni BRI adalah Muhamad Ali. Mantan Direktur Human Capital Manajemen PLN ini sebelumnya berkarir di BRI di antaranya menjadi Sekretaris Perusahaan pada tahun 2010 – 2015, kemudian menjadi koordinator bisnis ritel BRI. Sosok yang dikenal dengan dengan Sofyan Basir ini diangkat menjadi salah satu direktur PLN dan selanjutnya diangkat sebagai direktur human capital management PLN sejak 24 Juli 2017.

Ali juga sempat ditunjuk menjadi Plt Dirut PLN pada April 2019 setelah jabatan Dirut vakum karena Sofyan berstatus tersangka. Dia adalah direksi eks BRI terakhir yang ada di PLN, karena rekan lainnya, yakni Sarwono Sudarto, sudah lebih dulu hengkang dari PLN. Sarwono sudah lebih dulu hengkang dari PLN pada Desember 2019, bersamaan dengan penunjukkan Zulkifli Zaini sebagai direktur utama.

Sarwono yang dibawa Sofyan dari BRI ke PLN dilantik bersamaan dengan pengangkatan Sofyan sebagai Direktur Utama PLN. Sarwono yang alumni BRI ini menjabat sebagai Direktur Keuangan. Memang, sebelum ke PLN Sarwono yang bergabung di BRI sejak 1976 itu juga sempat menjadi direktur keuangan di BRI. (wid)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


[widget id="text-3"]