Operasi Pasar Gula Pasir Digelar Warga Antri Bermasker dan Jaga Jarak di Pasar Gede Solo

Antrean warga dalam operasi pasar gula pasir murah di depan Pasar Gede Solo | Foto: Tono/joss

JoSS, SOLO – Untuk menurunkan harga komoditi gula pasir yang belakangan melambung di pasaran ,Tim Gabungan Satuan Tugas (Satgas) Pangan Jawa Tengah, Disperindag (Dinas Perindustrian dan Perdagangan) Jateng bersama PT Industri Gula Nusantara (IGN) Cepiring, Kendal melaksanakan operasi pasar gula pasir murah di Pasar Gede, Solo, Sabtu (25/04).

Gula dijual ke masyarakat dengan harga Rp12.500 per kilogram. Pembelian dibatasi, setiap orang yang antri hanya diperbolehkan membeli maksimal dua kilogram gula pasir.

Direktur Operasional IGN Cepiring Kendal, Teuku Banta didampingi Direktur Reserse Kriminal Khusus ( Dirreskrimsus) Polda Jateng Kombes Pol R. Y. Wihastono, serta Kepala Disperindag Provinsi Jateng, Muhammad Arif Sambodo, mengatakan kegiatan operasi pasar komoditi gula pasir ini selain digelar di Solo juga bakal di lakukan di Semarang, Kendal dan kota kota lain di Jateng selama masa Ramadan.

“Sekali gelaran operasi disediakan gula pasir sebanyak tiga ton,” papar Direktur Operasional IGN Cepiring Kendal, Teuku Banta, kepada wartawan di Pasar Gede Solo, Sabtu (25/4).

Suasana gelaran operasi pasar di tengah pandemi Corona diberlakukan syarat seperti protokol kesehatan Covid-19.

Para calon pembeli yang hadir disyaratkan untuk antri sesuai protokol kesehatan Covid-19 yakni sebelumnya cuci tangan , antre dengan jaga jarak (physical distancing). Semua yang hadir di lokasi wajib memakai masker.

Baca juga: Disnakerperin Solo Catat Jumlah Karyawan Yang Dirumahkan Capai 2.474 Orang

Sementara Dirreskrimsus Polda Jateng Kombes Pol R. Y. Wihastono, didampingi Kasubdit 1 Indagsi, AKBP Benny Setyowadi, mengatakan gula pasir yang dijual dalam operasi pasar murah itu dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan gula masyarakat, di tengah tingginya harga gula dibarengi dengan himpitan keadaan akan wabah Corona.

“Di lapangan belum ditemukan kasus penimbunan gula pasir. Masyarakat kalau mengetahui ada yang melakukan penimbunan gula di tengah wabah Covid-19 agar melapor kepada pihak yang berwajib. Pelaku bakal ditindak tegas” katanya.

Kepala Disperindag Provinsi Jateng, Muhammad Arif Sambodo, mengatakan operasi pasar yang digelar oleh pelaku usaha seperti PT Industri Gula Nusantara Kendal diharapkan bisa menekan harga gula yang saat ini sudah melambung tinggi.

“Diharapkan dalam waktu singkat harga gula pasir di pasaran di Jateng khususnya dapat kembali terjangkau “ujarnya.

Warga yang mengantri membeli gula pasir merasa gembira dapat memperoleh gula pasir dengan harga murah yakni Rp12.500,- / kg padahal di pasaran harganya masih tinggi berkisar Rp 18.500,- per kilogram.

Salah seorang pembeli yang mengantri bernama Ny Jumilah warga Sumber, Banjarsari, Solo, mengatakan dirinya yang akan berbelanja di Pasar Gede segera masuk ke barisan antrean mengetahui dijual gula pasir dengan harga murah per kilogram Rp 12.500,-. Di pasaran harganya melambung hingga Rp 18.000 per kilogram.

“Semoga operasi pasar sering dilakukan pemerintah, tidak hanya gula tapi juga kebutuhan sembilan bahan pokok lainnya,” ujar Ny Jumilah berharap jelang Lebarang harga kebutuhan bahan pokok tidak naik. (ton/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*