Masker Kain 3 Lapis Efektif Cegah Penyebaran Covid-19 Hingga 70%

Pakar Gugus Tugas Covid-19 menjelaskan penggunaan masker kain | Foto: Channel YouTube Kompas TV

JoSS, JAKARTA – Pemerintah terus mengedukasi penggunaan masker penutup hidung dan mulut di kalangan masyarakat. Tim Pakar Gugus Tugas Covid-19 Wiku Adisasmito menjelaskan tentang penggunaan masker kain tiga lapis di masyarakat.

Ia menyatakan bahwa masker kain bisa menekan angka penyebaran virus hingga 70%, sehingga selain gunakan masker masyarakat juga diminta untuk tetap menjaga jarak. “Sesuai hasil penelitian, masker kain dapat menangkal virus hingga 70 persen. Dengan demikian, tetap jaga jarak minimal 1-2 meter,” tutur Wiku dalam siaran teleconference, Minggu (5/4).

Karena masih ada potensi virus yang masuk, Wiku mengingatkan agar masyarakat tetap melakukan social distancing. Kemudian, meminta agar masyarakat tidak melakukan kegiatan di luar rumah. “Apabila tak memiliki kegiatan penting di luar sebaiknya di rumah saja,” tegas dia.

Wiku juga menjelaskan cara pemakaian masker kain dan perawatannya. Pertama, masker kain harus dipakai mulai dari hidung hingga menutup dagu. “Cara dan model masker kain dapat disesuaikan dengan wajah dan tak longgar. Masker bisa dijahit manual atau menggunakan mesin,” ungkap dia.

“Namun masker kain harus diganti, dan dicuci secara rutin. Diganti apabila basah dan diganti secara rutin artinya perlu ada beberapa masker,” lanjut dia.

Penggunaan masker, sambung dia, sangat perlu dilakukan mengingat penyebaran virus masuk dari tiga hal. Pertama dari hidung, mulut dan mata yang masuk dibawa oleh jari manusia.

“Jadi kita mengenali musuh dengan cara droplets, masuk tiga pintu utama yang dibawa jari kita. 90 persen penyebaran dengan cara ini. Itu sebabnya kenapa kita menggunakan masker,” terang dia.

Baca juga: Meski Pakai Masker Harus Jaga Jarak

Terakhir, ia mengapresiasi kepada warga yang terus membagikan masker. Ia juga meminta masyarakat untuk saling mengingatkan dalam menggunakan masker.

Sementara itu Badan Kesehatan Dunia (World Health Organizations/WHO) mengubah kebijakan dan kini mendukung penggunaan masker untuk semua orang di tengah penyebaran pandemi covid-19.

Sebelumnya, WHO merekomendasikan penggunaan masker hanya untuk orang sakit dan orang yang merawat pasien. WHO menyatakan masker bedah harus disediakan untuk petugas medis, sementara masyarakat bisa menggunakan masker berbahan kain untuk menutup wajah.

“Kami melihat keadaan di mana penggunaan masker, baik buatan sendiri maupun masker kain di tingkat masyarakat dapat membantu untuk merespons penyakit ini,” ujar Kepala Program Darurat Kesehatan WHO Michael Ryan, dikutip Sabtu (4/4).

WHO pun menyatakan dukungan kepada pemerintah yang berinisiatif mendorong masyarakatnya untuk mengenakan masker di tengah pandemi corona.  Pernyataan ini muncul setelah penelitian ilmiah menunjukkan dampak positif dari pemakaian masker dalam mencegah penyebaran virus corona.

Hal ini setidaknya sudah diterapkan oleh pemerintah kawasan Eropa yang mengharuskan masyarakat untuk menutup hidung dan mulut di depan umum.

“Mungkin ada situasi di mana pemakaian masker dapat mengurangi tingkat infeksi pada orang yang terinfeksi. Kami mendukung pemerintah yang ingin memiliki pendekatan terukur untuk penggunaan masker dan yang memasukkan itu sebagai bagian dari strategi komprehensif untuk mengendalikan penyakit ini,” katanya, seperti dilansir South China Morning Post. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*