JoSS, JAKARTA – Keberdaaan masker medis yang sulit didapat membuat masyarakat mencari alternatif lain dengan membali masker kain untuk melindungi diri dari terpapar virus corona.
Masker jenis kain memang terbilang relatif mudah diperoleh masyarakat. Namun, kita perlu mengetahui karakter penggunaan master kain ini.
Dokter Spesialis Paru RS Umum Pusat Persahabatan Erlina Burhan menyampaikan bahwa masker kain dapat digunakan masyarakat yang sehat, di tempat umum maupun fasilitas lain. Namun, ia mengingatkan bahwa mereka yang memakai masker ini tetap disarankan untuk menjaga jarak.
“Tapi tetap menjaga jarak 1 sampai 2 meter. Kenapa? Karena masker kain ini tidak bisa memproteksi masuknya partikel dan ini tidak disarankan bagi tenaga medis,” kata Erlina di Graha BNPB, Jakarta, Rabu (1/4).
Menurutnya, masker kain efektif untuk memfilter partikel yang ukurannya 3 mikron atau 10 sampai 60% partikel dapat dicegah.
Erlina mengungkapkan keuntungan masker kain yaitu penggunaan yang dapat berulang. Tapi pengguna perlu mencuci untuk pemakaian berikutnya.
Baca juga: Tekan Penyebaran Corona, Kemenhub Hentikan Layanan Moda Transportasi Jabodetabek
“Dicuci dengan deterjen dan bila perlu memakai air panas, karena deterjen dan air yang hangat itu bisa mematikan virus,” pesan Erlina.
Meski demikan, lanjutnya, masyarakat perlu mengetahui bahwa masker kain tidak mampu untuk melindungi aerosol (partikel padat) atau partikel yang ada di udara (airborne).
“Jadi pencegahan keluarnya droplet dari batuk atau bersin itu pada pemakai, kalau droplet-nya yang beratnya besar, iya bisa, tapi kalau droplet-nya kecil, nggak bisa, tidak bisa,” tambah Erlina.
Selain itu, dia menambahkan bahwa tenaga medis tidak disarankan penggunaan masker kain karena 40 – 90% partikel dapat menembus masker.
“Masker, khususnya jenis bedah, sangat dibutuhkan oleh tenaga kesehatan dan orang-orang yang sakit” ujarnya
Dokter Erlina juga mengingatkan cara penggunaan masker yang tepat, yaitu menutupi hidung dan mulut hingga dagu. Kemudian saat melepaskan, pengguna menghindari untuk memegang maskernya, dan tetap harus mencuci tangan.

Leave a Reply