Data Kasus Corona Wuhan China Direvisi, Korban Meninggal Bertambah 1.290 Orang

Foto: swarajyamag.com

JoSS, JAKARTA – Setelah muncul berbagai desakan dari beberapa negara, Pemerintah China akhirnya merevisi data kasus dan jumlah korban yang meninggal akibat wabah corona. Pemerintah kota Wuhan, Provinsi Hubei, China, melalui Pusat Pencegahan dan Kontrol Epidemi Wuhan dalam laporan terbarunya menyebut ada tambahan 1.290 orang yang meninggal akibat pandemi Covid-19 menjadi total ada 3.896 kematian.

Demikian juga dengan jumlah kasus di kota tempat COVID-19 ditemukan, ada tambahan 325 kasus untuk jumlah orang yang terinfeksi. Sehingga jumlah total kasus terinfeksi di Wuhan menjadi 50.333 orang, demikian info yang diperoleh Hong Kong Free Press.

Mengenai penyebab terjadinya revisi, menurut keterangan yang diperoleh kantor berita AFP, Jumat (17/4/2020) hal itu terjadi karena banyak kasus yang dilaporkan secara keliru atau terlewatkan. Namun tidak ada penjelasan rinci kekeliruan dilakukan oleh siapa.

Sementara itu situs yang khusus memantau Pandemi Covid-19, Worldometer mencatat Jumat ini ada tambahan korban menininggal di China sebanyak 1.290 orang, yang diduga kuat itu tambahan yang diperoleh dari revisi data yang dilakukan Otoritas Wuhan. Untuk keseluruhan kasus di China yang dipetik pada Jumat (17/4/2020) pukul 15.18 WIB tercatat ada 82,692 kasus, dengan korban meninggal 4,632 orang, sedangkan jumlah pasien yang sembuh sebanyak 77,944 orang.

Baca juga: Amerika Serikat Minta Warganya Tinggalkan Indonesia, Ada Apa?

Kota Wuhan yang merupakan tempat pertama diketemukannya virus corona, sempat mengalami lockdown atau penguncian wilayah selama 75 hari. Dalam periode yang lumayan panjang itu, warga dibatasi mobilitasnya, sampai kemudian dinyatakan dicabut status lockdown-nya pada Rabu (8/4/2020).

Otoritas Kota Wuhan mengatakan, revisi dilakukan setelah memasukkan data dari pasien yang tidak dirawat di rumah sakit, serta data orang yang meninggal di rumah. Hal itu terjadi karenaeterbatasnya fasilitas medis di tahap awal wabah corona merebak.Waktu itu, di awal tahun 2020, banyak rumah sakit di Wuhan yang kelebihan beban, bahkan sampai petugas medis nyaris kewalahan untuk menyelamatkan nyawa pasien.

Hal itulah yang disebut sebagai penyebab keterlambatan dan pengawasan dalam melaporkan kasus, sehingga data yang dilaporkan kurang lengkap karena ada yang terlewat. Penyebab lainnya adalah adanya beberapa fasilitas yang tidak langsung terhubung dengan jaringan epidemi yang lebih luas, sehingga informasi yang berkaitan dengan kematian tidak lengkap. Akibatnya ada kesalahan pelaporan atau penghitungan. (wid)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*