Antisipasi Penyebaran Covid-19 Disperindagkop Batang Rintis Pasar Tradisional Daring

Ilustrasi | Foto: mediaindonesia.com

JoSS, BATANG – Guna mengantisipasi penyebaran virus corona saat berbelanja kebutuhan pokok, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Batang, Jawa Tengah, merintis membuka pasar daring (online).

Kepala Disperindagkop dan UKM Kabupaten Batang Subiyanto mengatakan dengan pasar online ini, konsumen bisa membeli kebutuhan pokok di pasar cukup melalui Whatsapp. Hal ini sebagai upaya untuk memutus mata rantai penularan covid-19.

“Konsumen cukup menggunakan aplikasi WhatsApp untuk membeli kebutuhan pokok atau lainnya dari rumahnya dan tidak perlu ke pasar,” katanya, seperti dikutip dari Antara.

Menurut dia, inovasi ini dilakukan pemkab sesuai dengan instruksi Pemerintah pusat agar masyarakat tidak perlu ke pasar sebagai upaya mengantisipasi penyebaran virus corona.

Lebih lanjut Subiyanto menjelaskan, setelah mendapatkan persetujuan dan izin Bupati Batang, pihaknya bekerja sama dengan paguyuban pedagang menginisiasi pembentukan pasar daring. “Kami mendasari terkait surat Dirjen Perdagangan Dalam Negeri terkait pedagang online di Pasar Rakyat. Rintisan pasar daring ini sudah disetujui bupati untuk ditindaklanjuti,” katanya.

Baca juga: Puncak Penyebaran Virus Corona di Jateng Diprediksi Pada Mei-Juni

Ia mengatakan disperindagkop telah memberikan instruksikan pada pedagang untuk mendata kelompok-kelompok pedagang yang nantinya kalau di pasar namanya ada RT.

“Nah nantinya RT-nya ini akan berkomunikasi dengan pembeli secara daring, apa yang dibutuhkan oleh konsumen,” katanya.

Ia yang didamping Kepala Bidang Pasar dan Pedagang Kali Lima (PKL) Adi Baskoro mengatakan sudah melakukan sosialisasi terkait program pasar daring.

Pada sosialisasi tersebut akan dicantumkan nomor-nomor pedagang sesuai dengan kelompoknya untuk melakukan transaksi melalui aplikasi WhatsApp.

“Baru jika sudah disepakati harganya maka pedagang akan bekerja sama dengan ojek online (ojol) melalui program pengiriman untuk mengirimkan barang kepada konsumen. Jadi di What’s App mereka bisa saling menawar harga,” katanya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*