JoSS, SEMARANG – Penyebaran virus corona di Semarang semakin masif, tak hanya dikalangan masyarakat, namun juga tenaga medis. Sebanyak 46 tenaga medis RSUP Dr Kariadi Semarang dinyatakan positif covid-19. Dari jumlah itu, terdapat empat dokter spesialis yang bertugas di rumah sakit tersebut.
Dari video yang diterima JoSS.co.id, Dokter spesialis bedah syaraf Prof Zaenal Mutachim mengkonfirmasi dirinya positif virus corona, bersama ke 45 tenaga medis lainnya dari rumah sakit tersebut semuanya terkonfirmasi Covid-19 lewat uji swab.
Dia menambahkan tenaga medis yang positif covid-19, terbanyak dari Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS)Saat ini, puluhan tenaga medis tersebut menjalani isolasi mandiri di fasilitas pemprov yakni di Hotel Kesambi Hijau, Candi Baru Semarang. Prof Zaenal memohon doa dari masyarakat, dan meminta masyarakat untuk menjaga kesehatan.
“Buat teman-teman semuanya, kami mengabarkan positif Covid-19 sejak Rabu (8 April 2020). Kami sedang menjalani isolasi mandiri. kami ber46 dalam kondisi yang baik. Mohon doanya bagi masyarakat khususnya civitas akademika Undip,” kata Prof Zaenal, dalam video tersebut.
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan kabar tenaga kesehatan yang tertular covid-19 tersebut lanjut Ganjar juga sangat memilukan. Bagaimana tidak, para tenaga medis yang sedang berjuang melawan covid-19 justru menjadi korban.
Dia berharap para tenaga medis yang dinyatakan positif covid-19 itu segera membaik. Tidak hanya dukungan tempat isolasi, segala kebutuhan yang mereka butuhkan juga akan dicukupi semaksimal mungkin.
Baca juga: PSBB Untuk Tekan Virus Corona Belum Diterapkan di Jateng, Mesti Dihitung Matang
“Kemarin ada yang minta vitamin, langsung kami kirimkan kepada mereka. Kami akan berusaha menyiapkan hal yang terbaik bagi mereka,” tegasnya.
Disinggung terkait kondisi 46 tenaga medis tersebut, Ganjar menerangkan bahwa semuanya dalam kondisi baik-baik saja. Bahkan, Ganjar sempat mendapat kiriman video yang menggambarkan kondisi para tenaga medis dalam menjalani masa karantina.
“Kalau saya lihat video yang beredar, mereka ceria dan semangat. Mereka dokter, pasti tahu kondisinya masing-masing secara medis. Semoga cepat sehat, saya lihat mereka ceria semuanya,” imbuhnya.
Ganjar juga berpesan kepada seluruh rumah sakit di Jawa Tengah untuk mendisiplinkan pengelolaan protokol kesehatannya. Karena banyak dokter, pastinya mereka sudah paham apa langkah yang harus dilakukan.
“Disiplin itu menjadi sangat penting. Saya harap seluruh pengelola rumah sakit bisa memperbaiki manajemennya. Yang sakit dan yang sehat harus disiapkan tempat terpisah sehingga tidak tertular,” tegasnya.
Pihaknya juga akan terus mendukung pemenuhan sarana prasana para tenaga medis di Jateng dalam menghadapi wabah covid-19. Ia memastikan, kebutuhan APD di Jateng sudah aman untuk tenaga medis.
“Kami selalu mendukung untuk keamanan dan keselamatan para tenaga medis di Jateng. Umpama rumah sakit butuh APD, alhamdulillah sekarang bantuan APD sudah banyak dan sudah didistribusikan. Semoga, kita semua terlindungi dan dihindarkan dari penularan wabah ini,” tutupnya. (lna)

Leave a Reply